Citizen Reporter

Bhuju’ Sedah Bulangan (Bujhu’ Begandan) yang berada di Kampung Beganda, Pamekasan Madura

Bhuju’ adalah makam para sesepuh pada zaman dulu yang semasa hidupnya dianggap memiliki kesaktian dan kelebihan

Bhuju’ Sedah Bulangan (Bujhu’ Begandan) yang berada di Kampung Beganda, Pamekasan Madura
Khozinatut Taqiyah/Citizen Reporter
Bhuju’ Sedah Bulangan (Bujhu’ Begandan) yang berada di Kampung Beganda, Pamekasan

SURYA.co.id - Di era modern, banyak anak muda tidak tahu dan tidak peduli terhadap sejarah.

Di berbagai daerah banyak tempat bersejarah tersembunyi yang belum diketahui masyarakat.

Banyak sekali sejarah dan tempat tersembunyi yang tidak diketahui, terutama di daerah Madura seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Ada banyak sejarah tentang bhuju’.

Bhuju’ adalah makam para sesepuh pada zaman dulu yang semasa hidupnya dianggap memiliki kesaktian dan kelebihan.

Mereka juga dianggap berjasa bagi perkembangan dan kemajuan wilayah ataupun kerajaannya.

Berkat mata kuliah Madurese Studies yang diampu Iqbal Nurul Azhar, mahasiswa Sastra Inggris Universitas Trunojoyo Madura bersemangat mencari tahu tempat dan sejarah tentang bhuju’.

Mahasiswa harus melakukan penelitian dan interview tentang bhuju’ yang ada di beberapa daerah di Madura.

Salah satu bhuju’ yang didatangi adalah Bhuju’ Sedah Bulangan (Bujhu’ Begandan) yang berada di Kampung Begandan, Kelurahan Jungcangcang, Kabupaten Pamekasan.

Bhuju’ ini jarang diketahui masyarakat luar karena letaknya yang cukup jauh dari jalan raya.

Hanya ada becak yang bisa mengantarkan ke tempat bhuju’ yang tersembunyi itu.

Asnari (65), juru kunci Bhuju’ Sedah Bulangan mengatakan, masyarakat di sana sangat menghormati dan menjaga bhuju’ itu dengan baik.

Mereka membersihkan bhuju’ setiap hari.

“Ini adalah tempat keramat dan juga bukti sejarah yang harus tetap dijaga seterusnya. Kami juga sering melakukan doa bersama untuk menghormati dan juga mendoakan bhuju’ ini,” ujar Asnari saat ditemui Minggu, (22/9/2019).

Menurut leluhur Desa Begandan, dulu terjadi peperangan antara Tumenggung Ario Adikoro IV/Raden Ismail dan KH Raden Ashar dengan Kek Lesap.

Sebelum berangkat ke medan pertempuran, pasukan Raden Ashar dan Raden Ismail bersiap-siap dan berdandan di Desa Bulangan sehingga bhuju’ itu disebut Bhuju’ Begandan yang berarti berdandan atau bersiap siap sebelum peperangan.

Saat perang, pasukan Raden Ismail dan Raden Ashar mengalami kekalahan.

Pasukan mundur kembali ke Desa Bulangan. Raden Ashar dan Raden Ismail menghembuskan napas terakhirnya di Desa Bulangan.

Masyarakat menyebutnya Bhuju’ Sedah Bulangan/Bhujuk Begandan.

Kekalahan itu meninggalkan banyak sejarah dan makam kedua pemimpin itu dihormati.

Ada beberapa makam yang ada di Bhuju’ Sedah Bulangan, di antaranya makam Raden Ismail, Raden Ashar, beserta keluarganya.

Khozinatut Taqiyah
Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Trunojoyo Madura
taqiyahkiki@gmail.com

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved