Berita Tuban

Sungai Bengawan Solo Penghubung Tuban-Bojonegoro Mengering, Begini Penjelasan BPBD

Sungai Bengawan Solo yang menghubungkan Tuban-Bojonegoro mengering, begini kata BPBD

Sungai Bengawan Solo Penghubung Tuban-Bojonegoro Mengering, Begini Penjelasan BPBD
surya/m sudarsono
Sungai Bengawan Solo di Desa Prambon Wetan, Kecamatan Rengel, Tuban, mengering sudah tujuh hari, Rabu (30/10/2019). 

SURYA.co.id | TUBAN - Sungai Bengawan Solo yang berada di titik Desa Prambon Wetan, Kecamatan Rengel, Tuban, menghubungkan Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, tampak mengering. Kekeringan yang melanda sebagian titik bengawan ini diperkirakan sudah berlangsung selama sepekan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban menyebut, fenomena mengeringnya sungai ini dikarenakan dampak dari kemarau panjang yang telah berlangsung. Jika kemarau biasanya dimulai dari Juni dan berakhir September hingga Oktober, namun sampai saat ini kemarau masih berlangsung.

"Sebagian titik di sungai Bengawan Solo kering karena kemarau panjang," Kata Plt Kepala BPBD Kabupaten Tuban, Emil Pancoro dikonfirmasi, Rabu (30/10/2019).

Dampak Kemarau Panjang, Sungai Bengawan Solo Penghubung Tuban-Bojonegoro Kering

Emil menjelaskan dari hasil prediksi prakiraan cuaca, hujan akan turun pada bulan November mendatang, tepatnya pada minggu ketiga.

Artinya di waktu tersebut, diprediksi kemarau akan berakhir. 

Sedangkan untuk kekeringan Bengawan Solo tidak hanya terjadi di Prambon Wetan yang menghubungkan Kedungprimpen, tapi di beberapa titik desa lain seperti Desa Kedungrojo, Kecamatan Plumpang juga memengalami hal sama.

"Beberapa titik desa lain yang menjadi aliran sungai Bengawan juga mengalami kekeringan, ini dampak dari kemarau panjang yang semestinya sudah berakhir," Bebernya.

Disinggung mengenai berapa debit air Sungai Bengawan mulai dari dasar hingga ke permukaan sebagai mana hari biasa, Emil belum bisa menjelaskan.

Sebab, untuk mengetahui kedalaman ataupun debit air dia harus membuka data karena dikawatirkan takut salah sebut angka.

"Kalau untuk kedalaman Sungai maupun debit air saya harus cek data dulu, karena ini tidak bisa pakai kira-kira, jadi harus pasti. Yang jelas debit air turun sebagaimana terlihat Bengawan sudah mengering," pungkasnya.

Sekadar diketahui, dampak dari mengeringnya Sungai Bengawan Solo, kini warga sekitar memanfaatkannya untuk aktivitas bermain, berjualan maupun menuju Desa seberang menggunakan sepeda motor tanpa perlu menggunakan perahu tambang.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved