Berita Surabaya

Residivis Pengeroyokan Dicokok Usai Jadi Jambret dan Maling Motor, Hasil Kejahatan Dipakai Ini

Setelah diinterogasi, ia ternyata juga melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor dan penjambretan di Surabaya.

Residivis Pengeroyokan Dicokok Usai Jadi Jambret dan Maling Motor, Hasil Kejahatan Dipakai Ini
surya.co.id/firman rachmanuddin
Tersangka Al Amin diapit oleh Kapolsek Tenggilis Mejoyo, AKP Kadek Ary dan Wakapolsek Tenggilis Mejoyo, AKP Puguh Suhandono 

SURYA.co.id | SURABAYA - Lengkap sudah aksi kriminal yang dilakukan oleh Al Amin (21) warga Margorejo Kota Surabaya.

Pemuda bertato ini kembali ditangkap polisi setelah masuk penjara karena kasus pengeroyokan di penghujung tahun 2018.

Al Amin ditangkap Unit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo karena kasus narkoba, Kamis (10/10/2019).

Setelah diinterogasi, ia ternyata juga melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor dan penjambretan di Surabaya.

"Kami tangkap setelah membeli sabu di wilayah Bendul Merisi Surabaya," beber Kapolsek Tenggilis Mejoyo, AKP Kadek Ary, Rabu (30/10/2019).

Saat dikeler di rumahnya, Al Amin tak berkilah jika motor Jupiter berwarna biru tanpa nopol yang terparkir itu adalah hasil curian beberapa bulan lalu.

"Tak hanya motor, ada pula handpone yang kami temukan. Jumlahnya tiga buah," tambahnya.

Saat beraksi, Amin tak sendiri. Ia bersama rekannya berinisial JH yang kini masih buron.

Al Amin mengaku terpaksa melakukan tindak kejahatan lantaran terlilit kebutuhan hidup.

Gaji Rp 600 ribu per bulan sebagai penjaga warkop tak mampu mencukupi kebutuhannya sehari-hari.

"Ya buat makan aja,sama buat beli sabu. Gak cukup gajinya kalau dari jaga warkop," singkatnya.

Selain mengejar JH, polisi juga memburu SG dan RM yang merupakan pemasok sabu kepada Al Amin.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved