Breaking News:

Berita Surabaya

Pengedar Narkoba di Surabaya sejak di Lapas Bersepakat untuk Join Bisnis Sabu, Diungkap Polres Perak

"Mereka kemudian menyepakati untuk menjadi pengedar saat keluar dari lapas. Modalnya join begitu," kata Agus, Rabu (30/10/2019).

surya.co.id/firman rachmanudin
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak berbincang dengan dua tersangka pengedar sabu yang telah kenal sejak di lapas. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ada yang unik dari hasil ungkap Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya selama September 2019.

Dari 21 tersangka yang ditangkap, dua di antaranya merupakan pengedar yang merencanakan bisnis narkotika sejak di dalam lapas di Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,AKBP Antonius Agus Rahmanto.

"Dua tersangka yang merupakan pengedar sabu ini saling mengenal di sebuah Lapas di Jawa Timur. Lapasnya berinisial P. Mereka kemudian menyepakati untuk menjadi pengedar saat keluar dari lapas. Modalnya join begitu," kata Agus, Rabu (30/10/2019).

Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP M Yasin membeberkan identitas kedua tersangka yang baru sebulan itu keluar lapas.

Identitas keduanya adalah Rafi Firmansyah (23) warga Jalan Wonosari V/30 Surabaya dan Abdul Kodir (28) warga Jalan Tenggumung Karya Lor I/5a.

"Satu tersangka berinisial AK ini residivis. Baru dua bulan keluar. Ketemunya saat di lapas, RF ini besuk temannya," kata Yasin.

Saat ditangkap, polisi lebih dulu menggerebek rumah Rafi, baru kemudian dikembangkan ke Abdul Kodir.

"Begitu kami mencoba menangkap AK,dia melakukan sedikit perlawanan. Anggota kami di dorong hingga jatuh. Tersangka berusaha kabur, hingga membuat anggota melakukan tembakan peringatan. Baru disana tersangka menyerah," tambahnya.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menemukan 1 poket sabu berisi 1,09 gram dua sekrop dan timbangan elektrik.

Sabu itu didapat Kodir dari seorang berinisial AH di Rabesan Madura (DPO).

"Sekali ambil per gram harganya 1,1 juta. Nanti di pecah sama tersangka jadi poket kecil. Hasilnya untung sekitar 300 sampai 400 ribu yang dibagi dua. Karena modalnya join," tandas mantan Kanit Reskrim Polsek Sawahan Surabaya itu.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved