Berita Pamekasan

Pejabat dan Masyarakat di Pamekasan Madura Gelar Salat Minta Hujan

Dalam khutbahnya, KH Ali Rahbini, mengatakan salat istisqa ini adalah untuk memohon turunnya hujan sekaligus menghidupkan sunah Rasulullah.

Pejabat dan Masyarakat di Pamekasan Madura Gelar Salat Minta Hujan
surabaya.tribunnews.com/muchsin
Salat minta hujan atau salat istisqa yang digelar di halaman Baperwil Pamekasan, dipimpin KH Ali Rahbini dan melibatkan 1.000 warga. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Pejabat di lingkungan Badan Perwakilan Wilayah (Baperwil) Pamekasan, Pemkab Pamekasan, ulama, tokoh masyarakat dan siswa di Pamekasan, menggelar salat minta hujan di halaman Baperwil Pamekasan, Rabu (30/10/2019).

Salat istisqa yang melibatkan 1.000 orang itu diikuti Kepala Baperwil Pamekasan, Alwi Beik ; Sekda Pamekasan, Totok Hartono, serta sejumlah kepala unit pelaksana teknik (UPT) Provinsi Jatim, anggota Polres Pamekasan, Kodim 0826 Pamekasan dan siswa SLTA/sederajat.

Salat minta hujan ini dipimpin oleh KH Ali Rahbini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan.

Dalam khutbahnya, KH Ali Rahbini, mengatakan salat istisqa ini adalah untuk memohon turunnya hujan sekaligus menghidupkan sunah Rasulullah.

Sebab, datangnya malapetaka, bencana, musibah termasuk terlambatnya turun hujan ini, merupakan kehendak Allah. Dan hal ini, tidak akan ditimpakan kepada umat manusia, kecuali dari perbuatan dosa manusia sendiri.

“Banyak dosa yang dilakukan manusia. Berbagai macam dan bentuknya. Di antaranya melakukan kejahatan terhadap jiwa dan kehormatan orang lain, seperti menyiksa, menganiaya, menghina apalagi membunuh tanpa alasan yang dibenarkan. Allah melarang semua itu,” kata KH Ali Rahbini.

Selanjutnya Ali Rahbini mengungkapkan, terlambatnya hujan juga bisa jadi karena tingkah manusia yang terlena dengan perbuatan maksiat, di antaranya korupsi, mencuri, merampok, merampas dan makan harta anak yatim. Berjudi, mengkonsumsi atau mengedarkan narkoba dan meninggalkan salat lima waktu.

Karena itu, agar permohonan terkabul segera turun hujan, hendaknya melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala larangannya dengan memohon ampun, bertobat dan perbanyak membaca istighar dalam setiap kesempatan.

Juga, memperbanyak berbuat baik terhadap sesama, menebarkan kasih sayang, mengeluarkan zakat, dan bersedekah. 

Kepala Baperwil Pamekasan, Alwi Beik, penggagas salat istisqa mengatakan, salat istisqa ini digelar karena melihat situasi dan kondisi hari-hari belakangan ini, banyak masyarakat mengeluh kekurangan air, terutama air bersih akibat belum turunnya hujan ini.

Sehingga salah satu upaya bagi umat yang beriman menggelar salat istisqa, memohon kepada Allah agar segera turun hujan.

“Salat istisqa ini, juga sesuai anjuran Ibu Gubernur Jawa Timur, karena sekarang beberapa daerah di Jawa Timur, dilanda kekeringan. Mudah-mudahakan keinginan kita, dikabulkan oleh Allah,” papar Alwi Beik.

Penulis: Muchsin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved