Properti

Pasar Melambat, Apartemen Darmo Hill Tahan Harga meski telah Topping Off

Pengembang PT Lamicitra Nusantara menggelar topping off Ceremony atau perayaan tutup atap apartemen Darmo Hill di kawasan Mayjend Sungkono Surabaya.

Pasar Melambat, Apartemen Darmo Hill Tahan Harga meski telah Topping Off
surya.co.id/sri handi lestari
Komisaris Utama PT Lamicitra Nusantara, Laksmono Kartika (tiga dari kiri) bersama jajaran direksi menekan tombol tanda topping off Apartemen Darmo Hill, Rabu (30/10/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengembang PT Lamicitra Nusantara menggelar topping off Ceremony atau perayaan tutup atap apartemen Darmo Hill di kawasan Mayjend Sungkono Surabaya.

Langkah ini dilakukan untuk mendorong menggairahkan pasar mengingat penjualan properti yang melambat di tahun 2019 ini.

"Kami mengakui bila tahun ini merupakan tahun yang sulit untuk properti. Karena itu kami sejak pertengahan tahun sudah tahan harga untuk produk apartemen ini," kata Priyo Setyabudi Direktur PT Lamicitra Nusantara.

Priyo mengungkapkan hala itu seusai topping off seremoni tower pertama Darmo Hill Apartement tersebut, Rabu (30/10/2019) .

Karena pasar yang masih belum berkembang secara positif, Prasetyo Kartika, Direktur Utama PT Dharma Bhakti Adi Jaya, menambahkan, pihaknya berharap dengan adanya topping off Ceremony ini bisa mengerek penjualan unit-unit apartement.

"Karena progres penjualan kami sampai saat ini masih sekitar 30 persen," kata Prasetyo.

Bersamaan dengan topping off, pihaknya juga memberikan banyak penawaran menarik bagi konsumen yang membeli unit di sini.

Di antaranya berupa diskon 2,5 persen dari harga dan gimnick berupa unit Air Conditioning (AC).

"Kami targetkan pembangunan segera selesai dan serah terima di bulan Juni 2020. Dengan serah terima, penjualan kami harapkan bisa mencapai 60 persen. Apalagi harga juga tetap," ungkap Prasetyo.

Saat ini, harga yang ditawarkan adalah harga yang dipatok di awal tahun 2019.

Dengan kisaran Rp 1 miliar untuk type studio atau one bed room, Rp 2 miliar lebih untuk type two bed room dan Rp 3 miliar lebih untuk three bed room.

"Total ada 320 unit untuk tower ini, dengan komposisi paling banyak unit one bed room dan two bed room sekitar 40 persen : 60 persen," ungkap Prasetyo.

Di lahan seluas tiga hektar ini, direncanakan ada dibangun tujuh unit tower apartement. Namun hingga akhir tahun ini, Prasetyo mengaku pihaknya masih akan berkonsentrasi pada satu tower ini.

"Tower selanjutnya kami masih melihat kondisi pasar. Rencana tahun depan akan mulai tower kedua, tapi belum kami tentukan, kami masih akan konsentrasi untuk tower ini," tandas Prasetyo.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved