Berita Mojokerto

Duh Zaman Apa Ini? 6 Ibu Rumah Tangga Ini Jadi Pengedar Sabu di Kota Mojokerto

Selama Oktober 2019, Satresnarkoba Polresta Mojokerto berhasil mengamankan 27 tersangka tindak pidana narkoba, 6 di antaranya adalah ibu rumah tangga.

Duh Zaman Apa Ini? 6 Ibu Rumah Tangga Ini Jadi Pengedar Sabu di Kota Mojokerto
SURYA.co.id/Firman Rachmanudin
Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto dan Kasat Resnarkoba, AKP Redik Tribawanto, saat menanyai tersangka tindak pidana narkoba, Rabu (30/10/2019). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Selama Oktober 2019, Satresnarkoba Polresta Mojokerto berhasil mengamankan 27 tersangka tindak pidana narkoba.

Dari 27 tersangka , 6 di antaranya adalah ibu rumah tangga, sedangkan sisanya adalah sopir dan pegawai swasta.

Dalam press rilis yang digelar pada Rabu (30/10/2019) pukul 14.30 Wib, sejumlah barang bukti diperlihatkan, antara lain 221,75 gram sabu-sabu, 2000 butir pil double L, 5 timbangan elektrik, 4 alat hisap, 22 buah handphone dan uang tunai sebesar Rp 1.634.000.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto mengatakan 27 tersangka tersebut berperan sebagai pengedar.

"Sebagian besar wilayah penangkapan di tiga kecamatan di Kota Mojokerto. Yaitu di Magersari, Prajurit Kulon dan Kranggan," ujarnya dalam press rilis tersebut, Rabu (30/10/2019).

Bogiek menambahkan, dari beberapa tersangka yang diamankan, terdapat dua pelaku yang menjadi perhatian bagi kepolisian.

"Tersangka berinisial IN, ibu rumah tangga dari Kecamatan Bangsal, memiliki 9 paket sabu sabu yang siap diedarkan dengan berat total 4,18 gram dan pil double L sebanyak 2000 butir. Ada juga tersangka inisial SM, perempuan asal Prajurit Kulon dengan barang bukti sabu-sabu 2, 55 gram," imbuhnya.

Dengan tertangkapnya pengedar narkoba tersebut, lanjut Bogiek,  petugas telah menyelamatkan generasi muda, pelajar dan calon korban peredaran narkoba dari jeratan barang haram tersebut.

"Jika dikalkulasikan, harga per satu gram sabu-sabu kisarannya dari  jutaan sampai ratusan juta rupiah. Barang bukti yang disita ini sebanyak 221,75 gram. Jadi setara dengan Rp 332.000.000," terangnya.

IN, salah seorang tersangka yang ditanyai oleh Bogiek terkait motifnya menjadi pengedar narkoba, perempuan tersebut hanya tertunduk sambil menjawab, "Menyesal pak. Saya melakukan ini lantaran motif ekonomi".

Atas perbuatan  tersebut, tersangka dijerat pasal 114 dan pasal 112 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved