Berita Mojokerto

Warga Desa Gayaman Mojokerto Demo Meminta Pilkades Diulang. Ini Alasannya

Ratusan warga Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, unjuk rasa meminta Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019 diulang.

Warga Desa Gayaman Mojokerto Demo Meminta Pilkades Diulang. Ini Alasannya
tribun jatim/febrianto ramadani
Unjuk rasa menuntut pelaksanaan Pilkades ulang yang dilakukan warga desa Gayaman, Kabupaten Mojokerto, Selasa (29/10/2019). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Ratusan warga Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto,unjuk rasa di depan kantor balai desa, Selasa (29/10/2019).

Massa meminta Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019 diulang.

Alasannya, ada 946 surat suara dinyatakan tidak sah karena dicoblos lebih dari 1 kali.  

Satu coblosan di gambar calon dan tanda coblosan yang lain, ada di luar gambar dan tidak mengenai calon kepala desa lain. Sehingga, coblosan tersebut dinilai tidak sah.

Salah satu pendukung calon nomor 2, Wakisan mengatakan, coblosan yang tembus diakomodir dan masuk dalam kategori surat suara sah.

Pasal 45 dalam Tata Tertib (Tatib) Pilkades 2019, surat Suara tidak dianggap sah apabila terdapat lebih dari satu kali tanda coblos calon yang berbeda.

"Saya menduga ada nepotisme. Soalnya disini adalah keluarga perangkat desa semua. Kecurangan masalah pelipatan surat suara yang tembus ke belakang, ada total 946 suara tidak sah. Dari 946 suara tidak sah tersebut hampir 80 persen nomor 2," ungkapnya, Selasa (29/10/2019)

Masih kata Wakisan, Pilkades serentak yang digelar di Balai Desa Gayaman, Rabu (23/10/2019) lalu, tidak dipasang foto Calon Kepala Desa (Cakades). Selain itu, tidak ada alat peraga dan tata cara pencoblosan di TPS.

"Dua calon juga tidak ada, kurang sosialisasi ke masyarakat terkait Pilkades. Saat pelipatan kertas suara tidak melibatkan pihak Pemkab, Kecamatan maupun Linmas. Pasti ada kecurangan, karena pelipatan kertas suara tidak seperti pada umumnya," katanya.

Pelipatan kertas suara seharusnya dua kali dibuka baru terlihat Cakades, namun lanjut Wakisan, di Pilkades Gayaman satu kali buka sudah terlihat Calon Kepala Desa. Sehingga, pemilih yang tidak membuka secara keseluruhan, hanya melihat Calon Kepala Desa langsung mencoblos.

"Akibatnya satu coblosan ada di gambar calon dan tanda coblosan yang lain. Tuntutan dari masyarakat pendukung nomor dua pilihan ulang, jika tidak mau maka hitung ulang. Hitung yang coblosan lubang dua karena kita semua sudah dibohongi. Jika tidak ya, UU yang dipakai acuan karena itu pidana," tegasnya.

Sekedar diketahui, sengketa pilkades terjadi di Gayaman, Kecamatan Mojoanyar yang diikuti dua Cakades.

Sebanyak 3.222 pemilih hadir, sebanyak 946 surat suara dinyatakan tidak sah. Khamim Gozali menang dengan 1.191 suara. Sementara, lawannya, Joko Wahyudi kalah tipis dengan 1.085 suara.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved