Berita Banyuwangi

Status Tanggap Darurat Gunung Ijen Diperpanjang, Pastikan Sumber Api Padam lewat Water Bombing  

Kebakaran di kawasan Ijen sudah sangat jauh berkurang. Meski titik api sudah titik terlihat, sumber api tetap perlu diwaspadai.

Status Tanggap Darurat Gunung Ijen Diperpanjang, Pastikan Sumber Api Padam lewat Water Bombing   
surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Bupati Banyuwangi berdialog dengan pelaku usaha yang bergantung pada pariwisata dan penambangan belerang di Gunung Ijen. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Pemadaman kebakaran di kawasan sekitar gunung Ijen berjalan lancar melalui pengeboman air (water bombing) dari udara.

Secara umum kebakaran di kawasan Ijen sudah sangat jauh berkurang. Meski titik api sudah titik terlihat, sumber api tetap perlu diwaspadai.

"Meski titik api sementara sudah tidak ada, sumber api yang ada di tanah masih ada. Untuk menanggulangi hal tersebut, proses pemadaman kebakaran hutan lewat udara masih terus kita butuhkan. Sehingga kami memperpanjang status tanggap darurat hingga satu minggu ke depan atau tanggal 4 November," jelas Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemprov Jatim, sahabat-sahabat TNI dan Polri, BKSDA, dan kawan-kawan relawan semua yang telah bahu-membahu menangani pemadaman di kawasan Ijen,” tambah Anas.

Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko ; Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik HZ ; Kepala Staf Distrik Militer 0825 Banyuwangi, Mayor (Inf) Herawadi Karnawan ; Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Muhammad Mikroj ; dan Kepala BKSDA Seksi III Jember, Setyo Utomo.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banyuwangi, Fajar Suasana mengatakan, operasi pemadaman dilakukan melalui darat secara manual dan lewat udara melalui water bombing.

“Water bombing sudah dilakukan dalam dua hari terakhir. Sasaran utama water bombing ialah Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup yang ada di kawasan Gunung Ijen,” ungkapnya.

Lokasi tersebut dipilih karena kebakaran mengarah ke hutan lindung dan hutan produksi di Kecamatan Kalipuro.

Agar api tidak merembet ke sana maka perlu dilakukan penyekatan lewat water bombing. 

"Water bombing ini yang paling efektif agar tidak meluas ke sana," jelas Anas.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan dialog dengan pelaku usaha yang bergantung pada pariwisata dan penambangan belerang di Gunung Ijen.

Sejak dinyatakan tertutup untuk pendakian per 19 Oktober lalu, aktivitas ekonomi mereka terganggu. Banyak wisatawan yang batal menikmati keindahan api biru (blue flame) yang memancar dari Kawah Ijen.

"Kita hari ini menemui mereka sekaligus ingin memberikan bantuan. Kami berharap, pemadaman bisa sukses, dan kawasan Ijen bisa segera kembali dibuka," kata Anas. 

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved