Citizen Reporter

SMA Negeri 1 Nunukan Teater Kolosal Drama Perjuangan Kemerdekaan RI Memperingati Hari Sumpah Pemuda

Jika ingin menghasilkan pemuda yang berkarakter kuat, sekolah seyogianya memberikan kesempatan dan ruang kepada generasi muda untuk berkreasi.

SMA Negeri 1 Nunukan Teater Kolosal Drama Perjuangan Kemerdekaan RI Memperingati Hari Sumpah Pemuda
ist/Citizen Reporter
SMA Negeri 1 Nunukan Teater Kolosal Drama Perjuangan Kemerdekaan RI Memperingati Hari Sumpah Pemuda 

SURYA.co.id - Jika ingin menghasilkan pemuda yang berkarakter kuat, sekolah seyogianya memberikan kesempatan dan ruang kepada generasi muda untuk berkreasi.

Melihat perannya yang strategis dalam pembangunan, pemuda sebagai penerus sekaligus pewaris bangsa dan negara, juga harus diberi kesempatan untuk mengenal sejarah negerinya dan menjadikannya sebagai identitas diri yang melekat erat.

Dengan semangat itulah, OSIS dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMA Negeri 1 Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, menyelenggarakan Lomba Teater Sejarah Kolosal, Sabtu (26/10/2019).

Mengusung tema dengan semangat Sumpah Pemuda mari ekspresikan diri dengan kreasi dan kolaborasi, lomba diikuti enam tim yang merupakan gabungan dari siswa kelas 10-12.

Kegiatan itu sekaligus merupakan suatu bentuk ekspresi dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober.

Bertempat di halaman SMA Negeri 1 Nunukan, kegiatan yang melibatkan kurang lebih 160 peserta dan panitia ini berlangsung amat meriah.

Totalitas para peserta tampak pada penyajian alur cerita yang menarik, properti drama yang bervariasi, serta kostum pemain yang kaya akan unsur budaya.

“Kami ingin memanfaatkan momen ini untuk menggali minat dan bakat teman-teman dalam bidang seni dan sastra,” ungkap Nesada, salah seorang panitia lomba. Kegiatan diawali oleh penampilan kelas 12 yang berkisah tentang peristiwa Bandung Lautan Api.

Penonton dibuat terpukau oleh kemampuan para siswa senior itu dalam meramu adegan demi adegan sehingga terasa begitu nyata.

Emosi penonton diaduk sedemikian rupa melalui bunyi petasan yang diumpamakan bunyi tembakan, serta api yang membakar tumpukan kardus sebagai simbol pembakaran kota Bandung kala itu.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved