Berita Gresik

Komisi III DPRD Gresik Kecewa Tak Dibekali RAP oleh Dinas PUTR saat Sidak Islamic Center

Komisi III DPRD Gresik belum puas seusai melakukan pemantauan pekerjaan proyek Islamic Center Gresik

Komisi III DPRD Gresik Kecewa Tak Dibekali RAP oleh Dinas PUTR saat Sidak Islamic Center
istimewa
Ketua Komisi III DPRD Gresik, Asroin Widyana memantau pekerjaan pembesian di proyek pembangunan Islamic Center, Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Selasa (29/10/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Komisi III DPRD Gresik belum puas seusai melakukan pemantauan pekerjaan proyek Islamic Center Gresik di Desa Kedungpring, Balongpanggang, Gresik, Selasa (29/10/2019).   Mereka tidak dibekali dengan salinan rancangan anggaran dan biaya proyek (RAP) dalam sidak.

Komisi III menyatakan akan mengkritisi pembangunan Islamic Center tersebut dalam hearing di gedung DPRD Gresik nantinya.

“Kami tak diberi salinan RAP dari Dinas PUTR. Kalau nanti dalam rapat kerja tetap tak diberi salinan RAP, buat apa ? Meskipun progres pengerjaan berjalan normal,”ungkap Anggota Komisi III, Lutfi Dhawam.

Politisi Partai Gerindra ini mengaku kesal, sebab pada rapat kerja dengan Dinas PUTR Gresik sebelumnya, seluruh anggota Komisi III sudah minta salinan RAP dari berbagai proyek infrastruktur yang menjadi tanggungjawab D PUTR.

“Kalau rapat kerja tanpa ada salinan RAP, percuma saja,”tandas dia.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Gresik, Asroin Widyana menuturkan bahwa progress pembangunan Islamic Center bagus.

"Targetnya di bulan ini hanya 27 persen. Tapi progress pekerjaanya sudah 32 persen," imbuh Asroin.

Asroin menuturkan, sidak yang dilakukan untuk memantau Islamic Center dengan alokasi anggaran sebesar Rp 64 miliar itu bertujuan melihat kerangka besi hingga beton.

"Kami ingin mengecek. Apakah semuanya sudah sesuai atau tidak. Saat ini masih belum bisa melihat secara detail," kata dia.

Alasannya, Islamic Center dibangun dalam dua tahap.

Untuk tahun 2019 ini, hanya konstruksi awalnya saja.

Tahap pertama 2019 disediakan Rp 20 miliar dengan kontraktor PT Cipta Perkasa Prima.

Sedangkan untuk tahun 2020 mendatang, rencananya akan disiapkan anggaran Rp 44 miliar.

“Sedangkan untuk finishingnya masih tahun depan," kata dia.

Saat berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan Dinas PUTR Gresik terkait kekecewaan Komisi III DPRD Gresik yang tak mendapat RAP Islamic Center saat melakukan sidak.

Penulis: Willy Abraham
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved