5 Mitos Tentang Penyakit Stroke yang Ternyata Salah Kaprah, Bisa Dicegah dengan Beberapa Cara

Ada sejumlah kesalahpahaman yang beredar di masyarakat mengenai penyakit stroke, dan bahkan ada yang salah kaprah

5 Mitos Tentang Penyakit Stroke yang Ternyata Salah Kaprah, Bisa Dicegah dengan Beberapa Cara
Tribun Manado
Ilustrasi: 5 Mitos Tentang Penyakit Stroke yang Ternyata Salah Kaprah 

SURYA.co.id - Ada sejumlah kesalahpahaman yang beredar di masyarakat mengenai penyakit stroke, dan bahkan ada yang salah kaprah

Beberapa kesalahpahaman yang telah melekat di msyarakat itu perlu diluruskan, sehingga tidak semakin menjamur atau bahkan berdampak pada penanganan yang salah.

Sebenarnya, stroke dipicu oleh gangguan pasokan darah ke otak karena pembuluh darah pecah atau tersumbat oleh gumpalan.

Akibatnya, pecahnya pembuluh darah atau gumpalan tersebut menghambat pasokan oksigen dan nutrisi sehingga terjadilah kerusakan pada jaringan otak.

Dilansir dari Intisari dalam artikel 'Jangan Sampai Salah Kaprah, Ini 5 Mitos Keliru Tentang Stroke, Termasuk Hanya Terjadi Pada Orangtua', berikut kesalahpahaman di masyarakat soal penyakit stroke yang perlu diluruskan

1. Stroke bukan cedera otak

Faktanya, stroke terjadi akibat cedera pada otak karena pembekuan darah atau pendarahan ke pembuluh darah di otak.

Stroke terjadi ketika aliran darah ke bagian otak berhenti. Stroke kadang-kadang disebut "serangan otak."

Jika aliran darah terputus lebih dari beberapa detik, otak tidak bisa mendapatkan darah dan oksigen.

Sel-sel otak bisa mati sehingga menyebabkan cedera.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved