Berita Jember

Pemkab Jember Gelar Diklat Bagi Guru TPQ yang Belum Bersertifikat

Pemerintah Kabupaten Jember bakal menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) khusus untuk guru TPQ yang belum bersertifikat.

Pemkab Jember Gelar Diklat Bagi Guru TPQ yang Belum Bersertifikat
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Bupati Jember, Faida (paling belakang), bersama para santri dan guru ngaji 

SURYA.co.id | JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember bakal menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) khusus untuk guru TPQ yang belum bersertifikat.

Diklat ini digelar lewat kerjasama dengan LP Ma'arif NU Cabang Jember.

Tercatat ada 600 orang guru TPQ bakal mengikuti Diklat yang akan digelar pada 1 - 2 November nanti.

“Tahun ini, untuk mendukung kualitas pendidikan, Pemerintah Kabupaten Jember bekerja sama dengan LP Ma’arif, membuat pelatihan atau diklat khusus untuk guru TPQ yang belum bersertifikat,” ujar Bupati Jember Faida, Senin (28/10/2019).

Nanti, peserta Diklat akan mendapatkan dua sertifikat, yakni dari LP Ma’arif dari metode alimna dan dari Pemerintah Kabupaten Jember.

“Melalui ini kami terus mendukung pengajaran Al-Qu’an, karena generasi terbaik adalah generasi Qurani,” tegas Faida.

Kerja sama antara Pemkab Jember dan LP Ma'arif juga dalam pemberian beasiswa sampai perguruan tinggi bagi santri dan guru-guru TPQ berprestasi.

“Ini akan dikawal prestasinya, karena aset Jember yang paling berharga adalah sumber daya manusia,” ujar Bupati Faida.

Tentang pembangunan sumber daya manusia ini, Bupati menjelaskan bahwa Jember membutuhkan banyak metode pengajaran Al Quran, di antaranya metode Alimna.

“Kami mengakomodasi seluruh metode yang ada, karena memang butuh berbagai metode untuk anak-anak mau belajar Al-Quran,” imbuhnya.

Karenanya, Bupati Faida mengucapkan terimakasih kepada LP Ma'arif karena penggunaan metode Alimna itu memudahkan generasi muda belajar Al'Quran terutama untuk anak usia kurang dari 10 tahun.

“Ini generasi yang masih kuncup. Masa depan kita ditentukan apa yang dilakukan hari ini untuk anak-anak usia dini. Tentu kami harus bersungguh-sungguh, karena kualitas pendidikan anak-anak pada masa dini akan menentukan kualitas mereka pada masa yang akan datang,” tegasnya.

Ketua Mabin TPQ Ma’arif NU Cabang Jember, Muhammad Junaidi berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jember untuk pengembangan metode alimna.

“Semoga kegiatan belajar mengajar lembaga pendidikan TPQ Ma’arif ini bisa tetap eksis pada masa sekarang dan masa yang akan datang,” harapnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved