Berita Magetan

Kekeringan mulai Landa Kabupaten Magetan, Warga Berjalan 2 Kilometer Cari Sumber Air di Hutan Jati

Ratusan warga Desa Randugede, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan sejak dua bulan lalu mulai merasakan kelangkaan air bersih.

Kekeringan mulai Landa Kabupaten Magetan, Warga Berjalan 2 Kilometer Cari Sumber Air di Hutan Jati
surya.co.id/doni prasetyo
Kekeringan memaksa warga Desa Randugede, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan harus berjalan sejauh 2 kilometer masuk ke hutan jati guna mencari sumber air. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Ratusan warga Desa Randugede, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan sejak dua bulan lalu mulai merasakan kelangkaan air bersih.

Guna memenuhi kebutuhan sehari hari, warga harus berjalan sekitar dua kilometer masuk ke hutan mencari sumber mata air yang masih tersisa.

"Air PDAM satu satunya yang memasok air bersih untuk warga, sudah hampir dua bulan ini tidak lagi mengalir. Harapan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih satu satunya mencari sumber air yang masih tersisa di tengah hutan jati, meski harus berjalan jauh,"kata Wiwik warga Randugede kepada Surya, yang ditemui saat hendak "ngangsu" (mencari air) di hutan Senin (28/10).

Menurut Wiwik, bantuan air dari PDAM selama air bersih yang dilanggani mati, setiap dua pekan sekali di droping air bersih lewat pipa PDAM Lawu Tirta secara bergiliran.

Namun, jatah droping dari PDAM itu tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari hari.

"Air yang keluar didrop lewat pipa PDAM itu keluarnya sangat kecil. Untuk satu ember harus menunggu berjam jam. Malahan sebagian pipa milik warga disini tidak pernah keluar sama sekali, karena memang tinggal di dataran agak tinggi,"jelas Wiwik.

Akhirnya, lanjut Wiwik, warga di desa itu harus berjuang mencari air bersih ke hutan jati terdekat yang jaraknya minimal sekitar dua kilometer dari perkampungan warga.

"Di hutan kadang airnya juga tidak mengalir dan harus rela menunggu, karena itu satu satunya sumber air yang masih tersisa," kata dia.

"Kalau mengandalkan PDAM, kita tidak dapat air. Katanya karena kemarau, jatah air digilir, nyatanya banyak pelanggan PDAM yang tidak kebagian, terutama yang tinggal di atas (dataran tinggi),"lanjutnya.

Dikatakan Samini, juga warga Desa Randugede, kekuarga yang berlangganan air bersih PDAM Lawu Tirta sekitar 500 kepala keluarga (KK), sebagian besar di musim kemarau ini tidak kebagian air bersih yang di drop bergiliran lewat pipa PDAM.

"Tapi sejak droping lewat pipa PDAM yang didistribusikan secara bergiliran, pasokan air jadi tidak normal. Sampai hari ini belum ada bantuan air bersih yang datang kemari,"kata Samini.

Samini berharap air bersih PDAM bisa mengalir normal kembali setiap hari di desa yang dikelilingi hutan jati yang sudah gundul ini.

"Kadang kalau air bersih PDAM mengalir ditetangga kita minta. Tapi kalau setiap hari minta kan malu. Tapi karena tidak ada satu pun pipa air PDAM yang mengalir, warga harus jauh jauh masuk ke hutan untuk mencari air bersih,"ujar Samini.

Direktur Utama PDAM Lawu Tirta Kabupaten Magetan Willy Kritianto, belum bisa dikonfirmasi mampetnya air bersih yang dilanggani sekitar 500 KK warga Desa Randugede itu.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved