Ditinggal Suami Beli Obat, Perut Wanita Muda di Mumbulsari Jember Ini Terhunus Pisau, Dikira Tidur

Kerabat wanita muda bernama Fani terkejut ketika melihat perut saudaranya itu terhunus pisau. Saat itu, suaminya sedang pergi membeli obat.

Ditinggal Suami Beli Obat, Perut Wanita Muda di Mumbulsari Jember Ini Terhunus Pisau, Dikira Tidur
Tribunnews
Ilustrasi pisau 

Kisah seorang ibu nekat bunuh karena terjerat utang suami dan ditinggalkan demi wanita lain viral di media sosial.

Ibu tersebut memilih akhiri hidup dengan lompat dari lorong balkon tempat tinggalnya dengan disaksikan keempat anaknya.

Seorang ibu yang tidak diketahui namanya tersebut diduga terjerat utang besar yang ditinggalkan sang suami.

Dia merawat keempat anaknya yang berusia 21 tahun, 17, 10 dan 3 tahun.

Kisah ibu malang tersebut diceritakan oleh penggiat sosial, Heidy Quah di akun instagramnya pada Sabtu (19/10/2019).

Heidy selama ini membantu kehidupan ibu tersebut menjalani hidup yang tidak mudah.

Awalnya Heidy bertemu ibu tersebut beberapa minggu sebelumnya di jalan Gombak, Selangor, Malaysia.

Ibu tersebut menceritakan bagaimana kehidupan rumah tangganya hancur dan hubungan dengan suaminya tidak baik.

Sang suami disebutkan kepincut janda cantik.

Saat itu Heidy menyarankan ibu tersebut pergi ke pengungsian.

Namun tak berselang lama, Heidy mendengar kabar pernikahan ibu tersebut dengan suaminya benar-benar berakhir.

Sang suami meninggalkannya dengan utang besar dan trauma parah.

Suami tersebut pergi untuk wanita lain, sementara ibu malang tersebut harus mengurus keempat anaknya sendirian.

Ibu yang tampaknya adalah warga pengungsi tersebut mengatakan keempat anaknya tidak memiliki kewarganegaraan.

Mereka juga tidak memiliki saudara yang bisa dimintai tolong.

Pada suatu hari Heidy kembali mengunjungi gedung apartemen tempat ibu tersebut tinggal.

Biasanya Heidy akan mendengarkan segala keluh kesah sang ibu dalam meneruskan hidup sambil menangis sedih.

Saat itu, ibu tersebut mengatakan pada Heidy dia 'tidak bisa lagi berjalan (meneruskan hidup)'.

Saat itu Heidy seolah bisa merasakan sakit yang dialami ibu tersebut yang mengatakan tak bisa lagi membiayai hidup anak-anaknya.

Pada kunjungan tersebut, Heidy dan sang ibu sempat berfoto bersama mengabadikan momen.

Ketika Heidy pulang menuruni tangga meninggalkan apartemen tersebut, sang ibu memanjat lorong lantas melompat.

Saat itu keempat anaknya menyaksikan bagaimana ibu mereka mengakhiri hidup dengan cara yang menyakitkan.

Heidy mengungkap tak bisa membayangkan bagaimana perasaan keempat anak tersebut melihat ibu mereka mengakhiri hidup.

Heidy juga mengatakan ibu tersebut melombat secara tiba-tiba karena sedang dalam perasaan putus asa.

Dia bahkan bisa mendengar bagaimana jeritan sang ibu masih terngiang di telinganya.

Keempat anak yang ditinggalkan tersebut mengatakan tidak memiliki uang untuk pemakaman ibunya.

Heidy lantas melakukan penggalangan dana untuk pemakaman ibu yang meninggal bunuh diri tersebut.

Heidy berhasil mengumpulkan uang sebesar RM 5.500 atau setara dengan lebih dari Rp 18,5 juta dalam waktu 24 jam.

Uang tersebut dia gunakan untuk pemakaman ibu malang tersebut dan juga biaya sekolah akan-anaknya selama beberapa bulan.

Kini anak tertua berusia 21 tahun tersebut menjadi tulang punggung dan memikul tanggung jawab merawat saudara saudaranya.

Kisah ibu malang yang diceritakan Heidy tersebut lantas viral di media sosial dengan dibagikan lebih dari 500 kali dalam waktu dua hari.

Beberapa warganet menuliskan komentar ikut bersedih dengan kisah tersebut.

Cantapus Krishnan : So painful to read this. Take care.

Rina Krishnan : So sorry the lost, hope she rest in peace now...take care Heidy

Mei Leng Looi Munirah: Thanks for your sharing. Saddened by this and hope the kids will be blessed

Deborah Priya Henry: OMG! This is just so tragic. She must have felt there was no way out! How will the kids be taken care of

Alden Lee Chung Zhenn : Heidy when will your collection for this cause stop. Please take good care of yourself sis, it must have been horrific.

Lynn Wong: I feel so sorry for the lost, and I strongly believe it is very hard for you and the children to have witness this.

Take care Heidy, I am not sure but a part of you could be doubting if you’ve done something wrong, but I hope you know your good will is what helps a lot of others that need help.

Prayers will be there for you and for the children and family of this abuse victim. I hope she rest in peace now

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved