Berita Nganjuk

Anggota DPRD Nganjuk Sebut Komunikasi Guru & Orangtua Siswa Cegah Terjadinya Kekerasan di Sekolah

Masih adanya berbagai tindak kekerasan di sekolah mendapat perhatian DPRD Nganjuk.

Anggota DPRD Nganjuk Sebut Komunikasi Guru & Orangtua Siswa Cegah Terjadinya Kekerasan di Sekolah
surya/ahmad amru muiz
Anggota Komisi IV DPRD Nganjuk, Karyo Sulistiyono 

SURYA.co.id | NGANJUK - Masih adanya berbagai tindak kekerasan di sekolah yang diduga dilakukan oleh guru terhadap siswa atau siswa terhadap guru dan atau siswa terhadap siswa yang lain, mendapat perhatian DPRD Nganjuk.

Anggota Komisi IV DPRD Nganjuk, Karyo Sulistiyono, mengatakan pihaknya berharap agar sekolah bersedia mengundang orangtua atau wali murid setelah proses penerimaan peserta didik baru. Dalam pertemuan tersebut, diberikan penjelasan tentang kewajiban sekolah, kewajiban orangtua maupun hak orangtua.

Dengan demikian, di mana hak guru yang harus dihargai orangtua dan di mana hak orangtua yang harus dihargai guru itu jelas.

"Apabila antara guru dan orangtua saling mengerti akan haknya masing-masing maka kami yakin terjadinya kekerasan yang terjadi terhadap siswa atau guru bisa dihindari karena adanya tanggung jawab pengawasan sesuai hak masing-masing," kata Karyo Sulistiyono, Senin (28/10/2019)

Karyo menyebut adanya komunikasi yang baik antara guru dan orangtua juga dapat mencegah terjadinya kekerasan di sekolah.

Tujuannya, agar tidak ada guru, siswa, dan orangtua siswa yang dirugikan.

"Sekolah diharapkan dapat menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Karena selain guru mendapatkan perlindungan dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga pendidik, siswa di sekolah juga mendapat perlindungan yang sama," sambungnya.

Menutur politisi Golkar ini, sekolah yang sukses adalah sekolah yang dapat mencetak anak-anak bahagia, bukan hanya dengan mengukur prestasi akademik.

"Sekolah yang bermutu tidak selamanya harus mahal. Tolak ukur sekolah sukses adalah menghasilkan anak yang bahagia," ucapnya.

Untuk itu, menurut Karyo, yang harus dilakukan dalam sistem pendidikan saat ini adalah mulai lagi digalakkan pembentukan karakter, spiritual dalam bentuk etika moral, serta attitude agar siswa tahu bagaimana harus berperilaku.

Saat ini, perilaku siswa atau anak disinyalir sudah bergeser jauh.

"Di sini perlunya peran guru dan sekolah untuk mengajarkan siswanya soal bagaimana mereka harus berperilaku, bergaul dengan sesama, sopan santun, serta perilaku positif lainnya. Siswa juga harus diberi pemahaman bahwa jika mereka melakukan perbuatan melanggar hukum, mereka akan mendapatkan dampaknya, baik dampak hukum maupun sosial," paparnya.

Untuk para guru, lanjutnya, juga harus memahami berbagai aturan seputar perlindungan anak.

Para guru juga harus sadar akan tanggung jawabnya mendidik siswa, bukan semata-mata menjalankan pekerjaan mengajarkan mata pelajaran.

"Saat siswa sekolah, berarti orangtua itu menitipkan anaknya agar terdidik dan terlindungi selama jam sekolah. Dengan demikian hal-hal negatif harusnya tidak terjadi di sekolah. Guru juga harus melakukan kontrol ketat terhadap siswanya," tutupnya.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved