Selasa, 7 April 2026

Berita Gresik

Habitat for Humanity Indonesia Ajak Relawan Muda Bedah Rumah Tak Layak Huni di Gresik

Habitat for Humanity Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan mengadakan kegiatan 28uild di Gresik.

Penulis: Sugiyono | Editor: irwan sy
sugiyono/surya
Para relawan muda dari Habitat for Humanity Indonesia merehab rumah warga di Desa Kesambenkulon, Kecamatan Wringinanom, Gresik, Sabtu (26/10/2019). Kegiatan tersebut untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. 

SURYA.co.id | GRESIK - Habitat for Humanity Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019 dengan mengadakan kegiatan 28uild. Puncak kegiatan 28uild tahun ini diadakan dengan membangun dan pengecatan rumah secara serentak di empat kota di Indonesia, di antaranya di Desa Kesambenkulon Kecamatan Wringinanom Gresik-Surabaya.

Melalui kegiatan 28uild, Habitat for Humanity Indonesia berupaya untuk menyatukan semangat muda Indonesia sebagai sebuah bangsa. Hal ini untuk meningkatkan kesadaran orang muda akan pentingnya tempat tinggal yang layak dan sehat demi peningkatan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.

Kegiatan tersebut menjadi suatu kebanggaan kepada para relawan muda serta berbagai pihak yang mendukung misi Habitat for Humanity Indonesia. Sebab, kegiatan ini untuk mewujudkan tempat tinggal yang layak huni, sehingga keluarga berpenghasilan rendah dapat hidup lebih sehat, lebih sejahtera, dan memiliki peluang meraih masa depan yang lebih baik.

"Habitat Indonesia melalui gerakan 28uild ingin mendorong orang muda untuk membangun bangsa. Apapun bentuk karya mereka masing-masing dan tentunya melalui kegiatan ini kami menegaskan kembali arti penting sebagai sebuah bangsa, Bangsa Indonesia,” kata Susanto, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia melalui Figria Salmon Resource Development Officer Habitat for Humanity Indonesia, Sabtu (26/10/2019).

Pada 28uild kali ini melibatkan lebih dari 250 relawan di Mauk-Tangerang, 105 relawan di Gresik-Surabaya, 86 relawan di Selopamioro–Yogyakarta, serta 42 relawan di Batam.

Mereka kebanyakan dari mahasiswa yang ingin terlibat dalam kegiatan sosial.

Kegiatan tersebut disambut baik oleh Aspari Kepala Desa Kesambenkulon Kecamatan Wringinanom.

Bahwa kegiatan tersebut melibatkan para relawan muda yang mau terlibat langsung dalam pembangunan rumah layak huni demi meningkatkan kesejahteraan keluarga berpenghasilan rendah di Desa Kesamben kulon Kecamatan Wringinanom, Gresik.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para relawan muda yang mau terjun langsung ke Desa Kesambenkulon, Kecamatan Wringinanom Gresik untuk membangun rumah. Saya berharap, bahwa kegiatan seperti ini akan semakin banyak dicontoh, termasuk kegiatan pemberdayaan dari relawan-relawan muda kepada warga kurang mampu,” kata Aspari.

Sementara Camat Wringinanom, Suwartono, menambahkan kegitan Habitat for Humanity Indonesia di Wringinanom Gresik ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kurang mampu.

Sebab, merehab rumah warga dari tidak layak huni menjadi layak huni dan pembangunannya secara gratis.

"Kegiatan ini sudah mulai beberapa tahun kemarin. Tahun kemarin sudah 27 rumah, bulan kemarin 12 rumah, sekarang 11 rumah dan bulan depan tujuh rumah. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu untuk hidup sehat, bersih dan layak," imbuh Suwartono.

Sementara, Rifatul Aini (35), warga Desa Kesambenkulon, Kecamatan Wringinanom, yang rumahnya selesai direhab mengatakandengan adanya bantuan bedah rumah, rumahnya bisa menjadi layak dihuni.

Sebelumnya, rumah berukuran 5X6 meter yang ditempati hanya berlantaikan tanah liat, dinding dari anyaman bambu, dan tidak ada toiletnya.

"Sekarang, rumah sudah dinding tembok, ada toiletnya dan lantai keramik. Jadi, sekarang kalau menyapu lantai terasa licin," kata Rifatul Aini, ibu tiga anak dan suami pekerja proyek bangunan, sumringah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved