Breaking News:

Berita Surabaya

Unusa Usung Lima Inovasi Karya Mahasiswa di Start Up Festival 2019

OPOP merupakan program Pemerintah Jawa Timur yang turut dikelola Unusa, ITS dan ICSB.

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Titis Jati Permata
Foto Humas Unusa
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya menghadirkan lima inovasi berbasis One Pesantren One Product (OPOP) pada pameran Start Up Festival 2019 di Grand City, Kamis (24/10/2019) hingga Minggu (27/10/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya menghadirkan lima inovasi berbasis One Pesantren One Product (OPOP) pada pameran Start Up Festival 2019 di Grand City, Kamis (24/10/2019) hingga Minggu (27/10/2019).

Start up festival menampilkan aktivitas industri kreatif, sementara OPOP merupakan program Pemerintah Jawa Timur yang turut dikelola Unusa, ITS dan ICSB.

Direktur OPOP Training Center Mohammad Ghofirin mengatakan, terdapat beberapa pilar sebagai landasan membentuk program yang digagas Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Pilar-pilar seperti santripreneur yang dilakoni oleh santri, pesantrenpreneur dengan mengandalkan koperasi pondok pesantren dan sosiopreneur yaitu alumni pesantren atau mahasantri sebagai aktor yang turut melaksanakan program OPOP.

"Kami menampilkan lima produk inovasi hasil karya mahasantri. OPOP ingin mengenalkan produk-produk kalangan pesantren baik itu dari santri, koperasi dan produk alumninya," kata Mohammad Ghofirin, Jumat (25/10/2019).

Di antara produk yang dipamerkan pada Start Up Festival 2019 yaitu bedong mantel (bedman), kalkulator kesehatan dan scale bag atau tas yang bisa mengukur beban.

Bedong mantel merupakan inovasi mahasiswa dalam bentuk bedong mantel bayi atau jas hujan bayi.

Selain itu bedman juga digunakan untuk melindungi bayi pada kondisi berat lahir rendah.

Kedua, aplikasi kalkulator kesehatan yang ditujukan untuk mengontrol pola makan hingga layanan konsultasi gratis melalui whatsapp.

Inovasi ketiga yaitu, tas ransel dari kain condura bernama Scale Bag atau S-Bag, sebagai penimbang tas sekolah yang dapat membantu kesehatan.

Scale bag sebagai pengontrol beban berat alat sekolah maupun buku yang dibawa anak-anak.

Sehingga, tidak menimbulkan jangka yang sakit dalam jangka pendek maupun panjang.

"Alumnis Unusa atau yang disebut mahasantri, juga mampu menciptakan produk inovasi start up," kata dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved