Berita Lumajang

Polres Lumajang Tangkap IRT yang Jadi Bandar Sabu, Barang Bukti Disembunyikan di Kandang Sapi

Jajaran Polres Lumajang menangkap seorang ibu rumah tangga (IRT) yang diduga kuat menjadi bandar sabu-sabu

Polres Lumajang Tangkap IRT yang Jadi Bandar Sabu, Barang Bukti Disembunyikan di Kandang Sapi
surya/sri wahyunik
Jajaran Polres Lumajang menangkap seorang ibu rumah tangga (IRT) yang diduga kuat menjadi bandar sabu-sabu 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Jajaran Polres Lumajang menangkap seorang ibu rumah tangga (IRT) yang diduga kuat menjadi bandar sabu-sabu. IRT itu bernama Nurul Farida (27) warga Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung, Lumajang.

Farida ditangkap Tim Cobra Satreskoba Polres Lumajang karena memiliki sabu-sabu seberat 5,04 gram. Ibu satu anak itu rupanya menyambung hidup dengan berjualan sabu-sabu setelah ditinggal oleh suaminya.

Dari siaran pers yang dikirimkan Polres Lumajang, Farida menyembunyikan sabu-sabu di sebuah tas plastik berwarna hitam, yang disembunyikan di kandang sapi. Menurut pengakuan Farida, dirinya menjual sabu-sabu dalam kemasan ekonomis yakni per 0.05 Gram yang dijualnya seharga Rp 100.000. Jika berhasil menjual sabu-sabu seberat 5 gram itu, dia mendapatkan keuntungan sebesar Rp 1 juta.

"Untuk sekilas bisnis narkotika ini memang menguntungkan, tetapi yang diuntungkan hanya satu orang, sedangkan untuk 0,1 gram sabu merusak saraf 10 orang," tegas Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban, Jumat (25/10/2019).

Karenanya, pihaknya akan tetap memproses pengungkapan itu meskipun sang ibu rumah tangga berdalih berjualan sabu-sabu untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Meski dengan alasan memenuhi kebutuhan hidup, hukum harus tetap berlaku karena jika satu orang dibiarkan maka akan banyak penyalahgunaan narkoba yang beralasan demikian. Oleh sebab itu Ibu Nurul Farida akan diproses secara hukum di Polres Lumajang,” pungkas Arsal.

Sedangkan Kasatresnarkoba Polres Lumajang, AKP Ernowo, menambahkan Farida mendapatkan sabu-sabu dari seseorang bernama Saman.

"Kami akan mengusut jaringan narkoba yang menjerat Ibu Farida agar tidak ada lagi masyarakat yang teracuni oleh narkoba dan terjerumus dalam perdagangan barang haram tersebut,” tandas Ernowo.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved