Breaking News:

Berita Surabaya

Kapolrestabes Surabaya Ajak Forum Rektor Surabaya Ngopi Bareng, Ini yang Dibahas

Kapolrestabes Surabaya ajak Forum Rektor se-Surabaya ngopi bareng, bahas maraknya aksi mahasiswa

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: irwan sy
istimewa
Kapolrestabes Surabaya ajak Forum Rektor se-Surabaya ngopi bareng, bahas maraknya aksi mahasiswa, Jumat (25/10/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, mengajak Forum Rektor se-Surabaya ngopi bareng, Jumat (25/10/2019). Acara ngopi bareng itu untuk menjaga situasi lebih kondusif, terutama menyangkut antisipasi penyusup dalam aksi-aksi mahasiswa.

Sandi meminta kerja sama para rektor untuk mereduksi aksi mahasiswa, terutama mengantisipasi adanya penyusup pada unjuk rasa mahasiswa yang dapat menimbulkan anarkis.

"Ini untuk menjalin kerjasama yang baik, sekaligus mengantisipasi kegiatan-kegiatan yang menggunakan mahasiswa atau menggunakan kampus, namun ternyata memiliki agenda lain yang merusak," kata Sandi, Jumat (25/10/2019).

Sandi berharap suport dari Forum Rektor menjaga keamanan Kota Surabaya, untuk turut mendeteksi dini setiap gerakan mahasiswa.

"Kampus menjadi dominan dalam rangka memberikan pencerahan positif kepada mahasiswa. Kita harus antisipasi adanya pihak ketiga yang menyusup dalam setiap gerakan mahasiswa yang tujuannya berbuat anarkis," kata dia.

Pihaknya bersyukur kondisi Kota Surabaya hingga saat ini masih kondusif, meski pihaknya tetap waspada terhadap kemungkinan yang dapat mengganggu keamanan.

"Bukan hanya sekedar saat ada kejadian, tapi sebelum ada kejadian kita sudah siapkan untuk bisa antisipasi yang mungkin terjadi di masa yang akan datang," paparnya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr dr Sukadiono MM, mengakui pentingnya komunikasi antara kepolisian dengan pihak kampus.

"Mengedepankan persuasif dan komunikasi dalam setiap penanganan aksi unjuk rasa mahasiswa. Ini yang kami harapkan," imbuh Sukadiono.

Sukadiono menilai selama ini, mahasiswa dalam aksi unjuk rasa selalu berusaha menghindari aksi anarkis, bersikap kritis dan kooperatif.

Jika terjadi anarkis, lanjut Sukadiono, mungkin terdapat pihak lain yang menunggangi aksi tersebut.

"Kami mendukung Polrestabes Surabaya karena ini untuk mengamankan Kota Surabaya," pungkasnya.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved