Breaking News:

Lapsus

Jumlah Pasien Akibat Kecanduan Gawai di RSJ Tiap Tahun Mengalami Kenaikan

Jumlah pasien kecanduan gadget di RSJ Menur tiap tahun mengalami kenaikan. Rentang usia pasien kecanduan gadget ini mulai 4 tahun hingga 18 tahun

Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id/Benni Indo
ILUSTRASI - Pasien gangguan jiwa di RSj Menur Surabaya. 

Itu terjadi saat dia mendapat pasien termuda, usianya 4 tahun. Awalnya orangtua mengeluhkan anaknya tak bisa bicara dan pemarah. Dia pun mengira sang anak mengalami speech delay. 

"Tapi setelah saya ulik dengan wawancara, orang tua mengaku sejak umur 6 bulan sampai usai 4 tahun sang anak sudah terbiasa diberikan hiburan lewat ponsel. Karena senang, akhirnya dia tak bisa lepas dari ponsel dan jarang berinteraksi. Hal itu yang membuat komunikasi anak terhambat. Ini salah satu contoh murni kecanduan ponsel atau gadget," jelasnya.

Oleh sebab itu, pola asuh orang tua sangatlah penting untuk mencegah anak kecanduan ponsel. Memang, setiap orang tak bisa menghindar dari perkembangan teknologi, begitu juga anak-anak dan remaja.

Akan tetapi, mereka butuh arahan dan pendampingan orang tua ketika bermain ponsel atau gadget jenis lain. Tak kalah penting otang tua wajib membatasi durasi bermain ponsel. Komunikasi efektif dengan anak juga sebaiknya selalu dibangun.

Sementara itu, Psikiater Anak dan Remaja Poliklinik Jiwa RSUD Dr Soetomo dr Yunias Setiawati SpKJ (K) mengatakan, setiap tahun jumlah pasien terus meningkat. Dalam setahun kenaikan jumlah pasien mencapai 30 persen," katanya.

Dia menyebutkan, adiksi gadget atau internet berkaitan dengan kesenangan dan kenikmatan.

Kesenangan dan kenikmatan itu muncul karena meningkatnya dopamin pada otak ketika mereka bermain gadget.

Anak 3 Tahun Kecanduan Gawai Susah Dikontrol, Sheila Cemas Si Buah Hati Jadi Pemarah

NEWS ANALISIS - Adiksi Gawai Berakibat Klinis

Diagnosa adiksi gadget atau internet meliputi pemikiran selalu berfokus pada gadget, online sepanjang waktu, gagal dalam upaya mengurangi mengendalikan dan menghentikan penggunaan gadget.

“Lalu perasaan gelisah dan tersinggung bila tidak bertemu internet atau gadget. Lainnya, prestasi sekolah menurun dan menantang orang tua," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved