Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Trenggalek

Dinas Pertanian dan Pangan Cek Kualitas Daging yang Dijual di Pasar Trenggalek

Ada tiga jenis daging yang sampelnya diambil, yakni daging sapi, kambing, dan ayam.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/aflahul abidin
Pedagang ayam potong di Pasar Basah Relokasi Pasar Pon, Kamis (24/10/2019). 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek mengecek kualitas daging yang dijual oleh para pedagang di beberapa pasar di Kabupaten Trenggalek.

Pegawai dinas tersebut mengambil sampel daging yang dijual di Pasar Tugu, Pasar Basah Relokasi Pasar Pon, dan Pasar Gandusari, Kamis (24/10/2019).

Ada tiga jenis daging yang sampelnya diambil, yakni daging sapi, kambing, dan ayam.

Petugas membeli beberapa daging tersebut dari seluruh pedagang yang ada.

Daging kemudian dibungkus plastik berlabel penjualnya.

Daging dimasukkan ke dalam wadah untuk dikirim ke labolatorium.

"Kami akan kirim ke labolatorium yang sudah kompeten, yakni di Malang atau di Wates Yogjakarta," kata Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Didik Susanto.

Sampel daging diambil secara berkala saban tiga bulan sekali.

Tujuannya, kata Didik, untuk memastikan daging hewani tersebut benar-benar higenis, sehat, dan aman konsumsi.

Pihaknya mengatisipasi adanya daging-daging yang tercemar dan berbahaya.

Misalnya, daging yang mengandung cacing hati atau kandungan berbahaya lain.

Proses pengecekan di labolatorium itu, jelas dia, memakan waktu sekitar sepekan.
Cukup lama karena proses pengiriman daging juga membutuhkan waktu.

Didik bilang, dalam pengecekan terakhir tahun ini, tak ada temuan yang mencolok.
Beberapa tahun lalu, beberapa kali ditemukan daging dari sapi yang digelonggong sebelum disembelih.

"Tapi seiring waktu sudah berkurang. Kami ajak pihak kepolisian sehingga mereka tahu sanksi hukumnya," ungkap dia.

Apabila nantinya ada temuan daging yang berbahaya dikonsumsi setelah dicek, pihaknya akan menelusuri asal-usul daging hingga tingkat peternak.

Sementara itu, harga daging di pasar yang di Kabupaten Trenggalek terpantau stabil.

Harga daging sapi dibanderol Rp 110.000 per kilogram (kg).

Harga itu relatif tak berubah dalam beberapa pekan terakhir.

"Kalau daging sapi, harganya berubah saat hari raya. Ini masih stabil," kata Ririn, salah satu pedagang daging di Pasar Basah.

Harga stabil itu juga membuat penjualan stangnan. Dalam sehari, ia menjual rata-rata 25 kg daging sapi.

Sementara harga daging ayam juga bertahan di angka Rp 30.000 sampai Rp 32.000 per kg.

Menurut Tugiyanti, pegagang daging ayam, harga naik untuk ayam yang masih hidup.

Ia membeli ayam dari peternak seharga Rp 22.000 per kg. Beberapa pekan sebelumnya, harganya sekitar Rp 18.000 per kg.

"Yang penting tidak sampai merugi," kata dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved