Breaking News:

3 Kasus Pembunuhan Driver Taksi Online yang Menghebohkan, Kejadian Terbaru di Purwodadi

3 Kasus Pembunuhan Driver Taksi Online yang Menghebohkan, Kejadian Terbaru di Purwodadi

Kolase SURYA.co.id/Galih Lintartika
3 Kasus Pembunuhan Driver Taksi Online yang Menghebohkan, Kejadian Terbaru di Purwodadi 

SURYA.co.id - Seorang driver taksi online menjadi korban pembunuhan hingga jasadnya dibuang di Tol Malang-Pandaan KM 72, Dusun Seloan, Desa Capang, Kecamatan Purwodadi

Pelaku berhasil ditangkap kurang dari 1 x 24 jam setelah mayat Rusdianto ditemukan pada Rabu (23/10/2019). 

Berdasarkan laporan reporter SURYA.co.id, pembunuh Rusdianto adalah Gianto (36) warga Desa Babatan, Wiyung, Surabaya.

Pelaku ditangkap di kediaman kerabatnya di Perumahan Palem Pertiwi, Desa Palem Watu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Kamis (24/10/2019) dini hari.

Berikut fakta terkait kasus pembunuhan driver taksi online

1. Mayat Terikat Tali Tampar

Seperti diberitakan sebelumnya, Rusdianto ditemukan di rumput samping jalan tol mengarah ke Pandaan.

Saat ditemukan, mayat dalam kondisi terlentang.

Sekujur tubuhnya sudah membiru. Tak hanya itu, baunya sudah membusuk. Mayat pria ini menggunakan celana berwarna hitam.

Kausnya berwarna biru. Bagian mukanya, terbalut kaos berwarna abu - abu dan di beberapa bagiannya terdapat bekas bercak darah.

Ada tali tampar yang mengikat tangan dan dada pria ini.

Wajahnya tak terlihat jelas karena tertutup balutan kaus yang menutupi melingkar kepala dan wajahnya.

Di sisi lain, Korps Bhayangkara juga menemukan sebuah kardus yang berisikan satu pasang sandal warna coklat dan, warna hitam. Tak hanya itu, ada sebuah botol air mineral, lengkap dengan sedotannya.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima YP mengatakan, timnya sudah mengidentifikasi mayat pria ini.

"Tim inafis sudah mengambil sidik jarinya. Mayat juga sudah kami evakuasi dan kami bawa ke RS Pusdik Shabara Porong untuk identifikasi lebih lanjut," kata Kasat.

Ia menjelaskan, mayat ini ditemukan warga dan dilaporkan oleh tim Jasa Marga tol sekira pukul 11.00. selanjutnya, ia langsung mendatangi lokasi kejadian dan pulbaket sekaligus puldata.

"Kami masih dalami ini lebih lanjut, ini tim masih bergerak. Mudah - mudahan bisa segera terungkap identitas korban dan pelakunya segera kami tangkap," tambah dia.

2. Korban Warga Surabaya

Diduga korban pembunuhan, driver online, Rusdianto ini ditemukan di rumput samping jalan tol mengarah ke Pandaan. Saat ditemukan, mayat dalam kondisi terlentang.
Diduga korban pembunuhan, driver online, Rusdianto ini ditemukan di rumput samping jalan tol mengarah ke Pandaan. Saat ditemukan, mayat dalam kondisi terlentang. (SURYA.co.id/Galih Lintartika)

Hanya dalam hitungan jam, Polres Pasuruan sudah bisa mengungkap identitas mayat pria yang ditemukan di Tol Malang-Pandaan.

Mayat pria yang ditemukan di Jalan Tol Malang-Pandaan KM 72 di Dusun Seloan, Desa Capang, Kecamatan Purwodadi itu adalah warga Kota Surabaya dan sebagai Driver Taksi Online.

Identitas mayat pria itu terungkap dalam hitungan jam oleh Korps Bhayangkara.

Polisi memastikan mayat laki - laki itu identik sama dengan orang yang dilaporkan hilang oleh keluarganya, Selasa (22/10/2019) sore.

Dia adalah Rusdianto (41) warga, Bendul Merisi, Surabaya.

3. Driver Taksi Online

Rusdianto merupakan driver taksi online yang diketahui terakhir sebelum menghilang menerima order ke daerah Plintahan, Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima YP membenarkan hal itu.

Kata dia, ciri - ciri korban ini sama dengan orang yang dilaporkan hilang.

"Setelah tes sidik jari, ternyata memang mirip dan sama. Keluarga korban juga sudah memastikannya. Ini sekarang, keluarga korban sudah ada di sini (RS Pusdik Shabara Porong) menunggu hasil autopsi," kata Kasat.

Dewa menjelaskan, sementara ini, pihaknya masih menunggu hasil autopsi resmi dari dokter untuk mengetahui penyebab korban meninggal dunia.

Kata dia, butuh waktu untuk mengetahui penyebab korban meninggal dunia. Akan tetapi, penyidik sudah mengetahui identitas korbannya. Ia menyebut, di sisi lain, timnya juga sedang bergerak untuk memburu pelaku ini.

"Untuk sementara, kalau melihat dari cerita keluarga, korban ini driver taksi online dan terakhir berkabar sedang menerima pesanan ke Pandaan. Setelah itu, sudah hilang begitu saja," jelasnya.

4. Motif Perampokan

Disampaikan dia, jika melihat kronologi itu, ada dugaan motif pembunuhan ini adalah pencurian dengan kekerasan. Sebab, semua barang berharga milik korban tidak ada.

"Semuanya raib. Dompet, handphone dan mobilnya pun tidak ada. Tapi, itu dugaan awal. Kami masih akan mendalaminya. Ini saya masih menunggu di rumah sakit," tambahnya.

5. Kronologi Penangkapan Pelaku

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, tersangka ditangkap setelah pihak kepolisian membuka jejak digital aplikasi taksi online milik korban.

"Jejak digital dan proses transaksi ini mengarah ke tersangka. Dan kebetulan handphone yang ada aplikasi untu memesan itu, masih ada di tersangka," kata dia.

Ia menjelaskan, setelah itu, timnya bergerak menangkap tersangka di Gresik.

Saat ditangkap, tersangka mengakui perbuatannya.

Selanjutnya, tersangka dibawa ke Polres Pasuruan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Seorang Perempuan Terlibat Perampokan dan Pembunuhan Driver Taksi Online di Bangkalan

Seorang driver taksi online tewas dengan leher digorok dan dibuang di ladang kosong pinggir jalan Kampung Kalkal, Desa Pamolangan, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Minggu (25/11/2017) silam.

Kejadian ini berawal saat korban, Ali pamit mengantarkan penumpang menggunakan Toyota Avanza berwarna putih nopol L 5137 PT, Sabtu (24/11/2017) sekitar pukul 17.00. Nahas, ia malah tewas dengan luka menganga di leher.

Identitasnya baru diketahui tunangannya pada Senin (26/11/2017) malam melalui media sosial Facebook. Sementara mobilnya raib dibawa pelaku.

Mobil produksi 2017 itu baru dibeli korban 8 bulan yang lalu dengan cara mengangsur. Mobil tersebut kini berada di halaman Satreskrim Polres Bangkalan.

"Para pelaku ingin menguasai mobil itu. Mobil kami temukan saat hendak digadaikan," pungkas Anton.

Sebanyak empat tersangka ditangkap di lokasi berbeda. Penangkapan pertama dilakukan di Kecamatan Klampis pada Kamis (30/11/2017). Seorang diantaranya adalah perempuan.

"Mobil korban ditemukan di (Kecamatan) Klampis bersama dua tersangka. Seorang di antaranya perempuan," ungkap Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo, Senin (4/12/2017).

Penangkapan kedua dilakukan hari ini terhadap pelaku lainnya di Kecamatan Socah. Sementara pelaku terakhir mencoba kabur. Namun kemudian ditangkap di Nganjuk.

"Identitas para pelaku jangan dulu lah. Karena besok akan dirilis sekaligus digelar prarekontruksi di lokasi eksekusi," pinta Anton.

Salah satu pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap Ali Gufron, pengemudi taksi online, saat ditangkap polisi, Senin (4/12/2017).
Salah satu pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap Ali Gufron, pengemudi taksi online, saat ditangkap polisi, Senin (4/12/2017). (surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol)

Driver Taksi Online Dibunuh oleh Oknum TNI di Depok

Dilansir dari Tribun Jakarta dalam artikel "Mayat Berkaus Merah yang di Depok Ternyata Sopir Taksi Online, Dibunuh Oknum TNI & Mobilnya Dirampas", ditemukan mayat seorang laki-laki di Jalan Pringgodani 1 RT 005 RW 009, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, pada Rabu (4/9/2019).

Berawal dari penemuan mayat itu, pihak kepolisian setempat terus menyelediki sejumlah saksi dan pencarian barang bukti yang kemudian berujung pada penangkapan pelaku pembunuhan driver taksi online tersebut.

Dari hasil pemeriksaan terungkap identitas korban ternyata seorang driver taksi online Gocar.

Lokasi penemuan mayat driver taksi online di di Jalan Pringgondani, Cimanggis, Kota Depok.
Lokasi penemuan mayat driver taksi online di di Jalan Pringgondani, Cimanggis, Kota Depok. (Tribun Jakarta)

Polisi berhasil melacak pemesan terakhir adalah atas nama Maryati, yang ternyata telah bekerjasama dengan Rizky, oknum TNI.

Pelaku Rizky sempat memberi uang Rp 150 ribu kepada Maryati sebelum keduanya berpisah.

Oknum TNI dan Maryati pun ditangkap di sebuah indekos di Jalan Ciangsana, Bogor, Jawa Barat, Jumat (6/9/2019).

Argo menyebut pemeriksaan oknum TNI itu kini ditangani oleh polisi militer (POM).

"Oknum (TNI) ditangani POM," terang Argo.

Penulis: Arum Puspita
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved