3 Kasus Pembunuhan Driver Taksi Online yang Menghebohkan, Kejadian Terbaru di Purwodadi

3 Kasus Pembunuhan Driver Taksi Online yang Menghebohkan, Kejadian Terbaru di Purwodadi

Kolase SURYA.co.id/Galih Lintartika
3 Kasus Pembunuhan Driver Taksi Online yang Menghebohkan, Kejadian Terbaru di Purwodadi 

"Untuk sementara, kalau melihat dari cerita keluarga, korban ini driver taksi online dan terakhir berkabar sedang menerima pesanan ke Pandaan. Setelah itu, sudah hilang begitu saja," jelasnya.

4. Motif Perampokan

Disampaikan dia, jika melihat kronologi itu, ada dugaan motif pembunuhan ini adalah pencurian dengan kekerasan. Sebab, semua barang berharga milik korban tidak ada.

"Semuanya raib. Dompet, handphone dan mobilnya pun tidak ada. Tapi, itu dugaan awal. Kami masih akan mendalaminya. Ini saya masih menunggu di rumah sakit," tambahnya.

5. Kronologi Penangkapan Pelaku

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, tersangka ditangkap setelah pihak kepolisian membuka jejak digital aplikasi taksi online milik korban.

"Jejak digital dan proses transaksi ini mengarah ke tersangka. Dan kebetulan handphone yang ada aplikasi untu memesan itu, masih ada di tersangka," kata dia.

Ia menjelaskan, setelah itu, timnya bergerak menangkap tersangka di Gresik.

Saat ditangkap, tersangka mengakui perbuatannya.

Selanjutnya, tersangka dibawa ke Polres Pasuruan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Seorang Perempuan Terlibat Perampokan dan Pembunuhan Driver Taksi Online di Bangkalan

Seorang driver taksi online tewas dengan leher digorok dan dibuang di ladang kosong pinggir jalan Kampung Kalkal, Desa Pamolangan, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Minggu (25/11/2017) silam.

Kejadian ini berawal saat korban, Ali pamit mengantarkan penumpang menggunakan Toyota Avanza berwarna putih nopol L 5137 PT, Sabtu (24/11/2017) sekitar pukul 17.00. Nahas, ia malah tewas dengan luka menganga di leher.

Identitasnya baru diketahui tunangannya pada Senin (26/11/2017) malam melalui media sosial Facebook. Sementara mobilnya raib dibawa pelaku.

Mobil produksi 2017 itu baru dibeli korban 8 bulan yang lalu dengan cara mengangsur. Mobil tersebut kini berada di halaman Satreskrim Polres Bangkalan.

"Para pelaku ingin menguasai mobil itu. Mobil kami temukan saat hendak digadaikan," pungkas Anton.

Sebanyak empat tersangka ditangkap di lokasi berbeda. Penangkapan pertama dilakukan di Kecamatan Klampis pada Kamis (30/11/2017). Seorang diantaranya adalah perempuan.

"Mobil korban ditemukan di (Kecamatan) Klampis bersama dua tersangka. Seorang di antaranya perempuan," ungkap Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo, Senin (4/12/2017).

Penangkapan kedua dilakukan hari ini terhadap pelaku lainnya di Kecamatan Socah. Sementara pelaku terakhir mencoba kabur. Namun kemudian ditangkap di Nganjuk.

"Identitas para pelaku jangan dulu lah. Karena besok akan dirilis sekaligus digelar prarekontruksi di lokasi eksekusi," pinta Anton.

Salah satu pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap Ali Gufron, pengemudi taksi online, saat ditangkap polisi, Senin (4/12/2017).
Salah satu pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap Ali Gufron, pengemudi taksi online, saat ditangkap polisi, Senin (4/12/2017). (surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol)

Driver Taksi Online Dibunuh oleh Oknum TNI di Depok

Dilansir dari Tribun Jakarta dalam artikel "Mayat Berkaus Merah yang di Depok Ternyata Sopir Taksi Online, Dibunuh Oknum TNI & Mobilnya Dirampas", ditemukan mayat seorang laki-laki di Jalan Pringgodani 1 RT 005 RW 009, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, pada Rabu (4/9/2019).

Berawal dari penemuan mayat itu, pihak kepolisian setempat terus menyelediki sejumlah saksi dan pencarian barang bukti yang kemudian berujung pada penangkapan pelaku pembunuhan driver taksi online tersebut.

Dari hasil pemeriksaan terungkap identitas korban ternyata seorang driver taksi online Gocar.

Lokasi penemuan mayat driver taksi online di di Jalan Pringgondani, Cimanggis, Kota Depok.
Lokasi penemuan mayat driver taksi online di di Jalan Pringgondani, Cimanggis, Kota Depok. (Tribun Jakarta)

Polisi berhasil melacak pemesan terakhir adalah atas nama Maryati, yang ternyata telah bekerjasama dengan Rizky, oknum TNI.

Pelaku Rizky sempat memberi uang Rp 150 ribu kepada Maryati sebelum keduanya berpisah.

Oknum TNI dan Maryati pun ditangkap di sebuah indekos di Jalan Ciangsana, Bogor, Jawa Barat, Jumat (6/9/2019).

Argo menyebut pemeriksaan oknum TNI itu kini ditangani oleh polisi militer (POM).

"Oknum (TNI) ditangani POM," terang Argo.

Penulis: Arum Puspita
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved