Berita Blitar

Pria Kediri Rampas Ponsel Warga Kota Blitar, Modusnya Ngaku Polisi untuk Takuti Korbannya

Aksi perampasan itu terjadi di jalan persawahan Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Sabtu (12/10/2019) lalu.

Pria Kediri Rampas Ponsel Warga Kota Blitar, Modusnya Ngaku Polisi untuk Takuti Korbannya
surya.co.id/samsul hadi
Waka Polres Blitar Kota, Kompol Nur Halim menunjukkan barang bukti dan tersangka perampasan ponsel, Rabu (23/10/2019). 

Lalu, pelaku menyita ponsel dan dompet berisi uang Rp 350.000 milik korban.

Ketika membawa pergi ponsel dan dompet, pelaku mengatakan ke korban ditunggu di pos kamling dekat lapangan futsal Moreno.

Tetapi, saat korban mendatangi pos kamling itu, ternyata pelaku tidak ada.

Korban akhirnya sadar ponsel dan dompetnya dibawa kabur pelaku.

"Korban melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kepanjenkidul. Lalu Polsek koordinasi dengan Reskrim Polres Blitar Kota untuk menangkap pelaku," ujarnya.

Nur Halim menjelaskan polisi mengetahui keberadaan pelaku setelah melacak ponsel milik korban yang dirampas pelaku.

Pelaku masih memakai ponsel milik korban.

"Saat dilacak, posisi pelaku berada di wilayah Kanigoro. Kami langsung menangkapnya," ujarnya.

Pelaku mengaku sudah tiga kali merampas ponsel di wilayah Kota Blitar.

Setiap beraksi, pelaku selalu mengaku sebagai polisi. Pelaku mengaku polisi untuk menakuti korbannya.

"Dulu, waktu masih SMP, saya memang pernah punya cita-cita ingin menjadi polisi. Saya mengaku polisi untuk menakuti korban," katanya.

Pelaku sebelumnya juga pernah masuk penjara di Madiun dan Kediri.

Pelaku masuk penjara karena kasus sama, yaitu, pencurian dan perampasan.

"Saya sudah dua kali masuk penjara, di Madiun dan Kediri," ujarnya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved