Advertorial

Penuhi Pangan Santri, ACT Luncurkan Program "Beras untuk Santri Indonesia"

Ikhtiar ini merupakan bentuk kepedulian ACT dan para dermawan terhadap kehidupan para santri yang memiliki peran banyak bagi agama dan bangsa.

Penuhi Pangan Santri, ACT Luncurkan Program
Adv
Bertepatan dengan Hari Santri Nasional, Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan program "Beras untuk Santri Indonesia (BERISI)", Selasa (22/10/2019) di kantor ACT, Jakarta Selatan. 

Sebab itu, ACT ingin memperingati Hari Santri Nasional dengan momentum kemanusiaan.

"Kita memperingati Hari Santri Nasional bukan sekadar memperingati sebuah kejadian saja, tetapi kita ingin mendapatkan suatu inspirasi besar dari sebuah entitas penting bangsa ini, yakni santri dan pesantren," ungkap Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar.

Ibnu mengatakan, 70 persen pesantren tradisional masih dalam keadaan memprihatinkan.

Padahal, kata Ibnu, santri harus menerima pelajaran dan kegiatan yang sangat banyak setiap harinya. Dengan kegiatan yang amat padat, santri harus memiliki kesehatan prima agar mampu belajar dengan baik.

Menurut Ibnu, keadaan itu harus menjadi perhatian masyarakat, terlebih santri berperan dalam menjaga kedaulatan bangsa sebagaimana yang menjadi latar belakang penetapan Hari Santri Nasional.

"Tidak mengurangi hormat kami kepada para kiai dan guru-guru di pesantren yang membimbing dan mendidik santri. Sebagai saudara, kami ingin turut membantu," terang Ibnu.

Direktur Program ACT, Wahyu Novyan mengatakan pendistribusian beras untuk santri akan dilakukan pada Rabu (23/10/2019). Wilayah pertama yang menjadi target pendistribusian beras adalah pesantren-pesantren prasejahtera di Jawa Barat.

"Pekan ini kami siapkan 100 ton beras untuk 100 pesantren. Kita sudah mendata ada 10 sampai 12 provinsi. Basis relawan kami sudah siap menyapa pesantren-pesantren yang ada di daerah terdekat," ungkap Wahyu.

ACT telah mendata sejumlah pesantren di Banten, Jabar, DKI, Jateng, Jogja, Jatim, Aceh, Jambi, Sumsel dan Kalbar.

Wahyu juga mengatakan, sejumlah pesantren yang dituju di Sumatra dan Kalimantan adalah pesantren yang terdampak pekat asap karhutla.

Halaman
123
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved