Berita Magetan

Nasib Tragis Bayi 2 Hari yang Dibekap & Dicekik Orangtuanya di Magetan, Pelaku Sejoli yang Bingung

Dua remaja yang membuang mayat bayi berumur dua hari hasil hubungan gelapnya di depan SMPN 1 Jomblang, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, ditangkap

Nasib Tragis Bayi 2 Hari yang Dibekap & Dicekik Orangtuanya di Magetan, Pelaku Sejoli yang Bingung
surya/doni prasetyo
Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai minta tersangka menceritakan cara menghabisi anak kandungnya yang baru berumur dua hari, di kamar kos-nya di Jalan Kalasan, Desa Patihan, Kecamatan Manguharjo, Madiun Kota, Jumat (11/10) kemarin. 

SURYA.CO.ID - Dua remaja yang membuang mayat bayi berumur dua hari hasil hubungan gelapnya di depan SMPN 1 Jomblang, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, ditangkap.

Mereka adalah Dimas Chelvin Yamada (21) dan Dwi Astrianingsih (21).

Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai mengungkapkan, keduanya ditangkap saat berada di kos-nya Jalan Kalasan, Desa Kepatihan, Madiun Kota.

"Setelah ditemukan mayat bayi yang kondisinya sudah berbelatung itu, anggota kami menyebar mencari informasi ke sejumlah bidan di radius ditemukan mayat bayi berjenis kelamin laki laki itu,"ujar Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai kepada Surya, Selasa (22/10/2019).

Saat mencari informasi, tambah Kapolres, petugas menemukan titik terang.

Seorang bidan yang ditanya polisi menyebutkan ada orang muda yang minta diajari memotong tali pusar bayi.

"Dari situ Polisi melancak dan menemukan kedua remaja yang masih berstatus pacaran itu ke kantor polisi, dan setelah kami interogasi keduanya mengakui dan menceritakan bagaimana menghabiskan bayi yang baru dua hari dilahirkan itu,"ujar Kapolres Riffai.

Pembunuh bayi di Magetan ditangkap.
Pembunuh bayi di Magetan ditangkap. (surya/doni prasetyo)

Diungkapkan Kapolres, bayi itu meninggal setelah dibekap dan dicekik lehernya.

Menurut pengakuan keduanya, mereka melakukan perbuatan keji itu, karena takut ketahuan tetangga kos dan orangtua dari tersangka perempuan.

"Waktu kami makamkan di makam umum Desa Bulukerto, Magetan Kota, bayi itu belum bernama, sehingga kami memberi nama bayi malang itu Slamet Riady. Kami melakukan itu berharap agar almarhum Slamet Riady bisa tenang disana,"kata Kapolres Muhammad Riffai.

Halaman
1234
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved