Jejak Tempur Prabowo Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf Amin, Buru Bos Fretilin

Berikut Jejak Tempur Prabowo Subianto Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf Amin, Buru Petinggi Fretilin

Jejak Tempur Prabowo Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf Amin, Buru Bos Fretilin
Kolase Tribun Jambi dan Kompas TV
Jejak Tempur Prabowo Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf Amin 

"Tangkap Nicolao Lobato, hidup atau mati!" tegas panglima kepada Kolonel Dading Kalbuadi selaku komandan operasi Seroja

Prabowo Subianto dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
Prabowo Subianto dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) (kaskus via Tribun Jambi)

Konsep perburuan Yon Parikesit menggunakan taktik Mobile Udara (Mobud) dimana pasukan akan diterjunkan menggunakan helikopter melalui tali (fast ropping) di titik pendaratan.

Debut pertempuran Yon Parikesit terjadi di wilayah Laklobar dan Soibada.

Di sana tim berhadapan dengan pasukan pengawal Lobato.

Pasukan elit Nanggala-28 pimpinan Kapten Prabowo Subianto diterjunakn bersamaan dengan Kompi Yonif Linud 700 Kodam XIV, satu kompi Yonif Linud 401 Banteng Raiders dan Batalyon 744 Somodok pimpinan Mayor Yunus Yosfiah.

30 Desember 1978, Kapten Prabowo melapor pada Mayor Yusuf Yosfiah jika anggotanya ada yang memergoki pergerakan sejumlah besar pasukan Fretilin ke arah Selatan.

Hal ini dinilai janggal karena Fretilin amat jarang mengerahkan pasukan besar yang bergerak bersama-sama, dugaan kuat pasti Lobato ada ditengah-tengah mereka.

Laporan ini lantas diteruskan kepada Kolonel Sahala Radjagukguk yang berada di lapangan untuk memperketat pengepungan kepada pasukan Lobato.

Kapten Prabowo juga diberi tugas mengkoordinasikan pengepungan dengan seluruh kekuatan yang ada.

Prabowo Subianto dan pasukan Kopassus
Prabowo Subianto dan pasukan Kopassus (IST/Tribunnews)

Nanggala-28 pimpinan Prabowo Subianto kemudian meluncur ke lokasi pengepungan dan langsung menghujani Lobato dan pasukannya dengan timah panas.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved