Berita Kediri

Polisi Kediri Sebut Balon Hari Santri Meledak Karena Rokok, Dianggap Ada Uang di Dalam Balon

Hasil penyelidikan sementara aparat kepolisian penyebab ledakan balon peringatan Hari Santri Nasional 2019 diduga akibat tersulut rokok.

Polisi Kediri Sebut Balon Hari Santri Meledak Karena Rokok, Dianggap Ada Uang di Dalam Balon
SURYA.co.id/Didik Mashudi
Korban ledakan balon Hari Santri dirawat di RSUD Pare, Kabupaten Kediri, Selasa (22/10/2019). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Hasil penyelidikan sementara aparat kepolisian penyebab ledakan balon peringatan Hari Santri Nasional 2019 milik Yayasan Al Maarif, Singosari, Kabupaten Malang, diduga akibat tersulut rokok.

Kapolsek Puncu, AKP Yusuf, saat dikonfirmasi Surya menjelaskan di antara orang yang ikut berebut balon itu diduga ada yang membawa atau menyulut rokok. Yusuf menuturkan rokok itu diduga memang sengaja digunakan untuk meletuskan balon karena dianggap ada uang di dalam balon tersebut.

"Dugaan sementara salah satu ada yang menyulut dengan rokok," jelas AKP Yusuf, Selasa (22/10/2019).

Korban Ledakan Balon Hari Santi Nasional di Kediri, Mukidi, Sebut Balon Terkena Bara Rokok

Namun sejauh ini masih belum diketahui siapa orang yang telah menyulut balon hingga mengakibat ledakan yang membuat delapan korban mengalami luka bakar.

"Suasana berebut, orangnya banyak mungkin spontanitas," tambahnya.

Sejauh ini aparat kepolisian telah berupaya melakukan mediasi dengan pihak pemilik balon.

"Saya sudah dekati untuk upaya mediasi," jelasnya.

Balon yang mengakibatkan delapan orang mengalami luka bakar diterbangkan dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional milik Yayasan Al Maarif, Singosari, Kabupaten Malang.

Diperkirakan, untaian puluhan balon ini telah terbang dari lokasi saat dilepaskan di Singosari, Kabupaten Malang dengan lokasi tempatnya meledak di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri berjarak sekitar 120 KM.

Yusuf juga mengimbau kepada masyarakat sebaiknya tidak mudah terobsesi adanya dorprice atau uang kaget pada untaian balon.

"Lebih baik hati-hati karena balon itu mengandung gas dan uap karbit yang sangat peka terhadap api," jelasnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved