Berita Bangkalan Madura

Peringatan Hari Santri Nasional: Kunci Sukses Seorang Santri, Jujur dan Takzim kepada Guru

Peringatan Hari Santri pada 22 Oktober mengingatkan pengusaha sukses H Bahri (52), warga Kampung Tengket Kelurahan Mlajah, Bangkalan.

Peringatan Hari Santri Nasional: Kunci Sukses Seorang Santri, Jujur dan Takzim kepada Guru
surya.co.id/ahmad faisol
Pengusaha sukses sekaligus santri, H Bahri SH ketika dijumpai di kediamannya, Kampung Tengket, Kelurahan Mlajah, Bangkalan, Senin (21/10/2019). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Peringatan Hari Santri pada 22 Oktober mengingatkan pengusaha sukses H Bahri (52), warga Kampung Tengket Kelurahan Mlajah, Bangkalan semasa dirinya menimba ilmu di Pondok Pesantren Kebun Anyar Kelurahan Kraton periode 1982-1991.

"Nyantri adalah mengabdi. Santri tetaplah seorang santri. Kendati pun tidak sedang berada di pondok atau sudah kembali ke rumah," ungkap pria asal Desa Jaddih Kecamatan Socah itu mengawali kalimatnya tentang sosok santri, Senin (21/10/2019).

Obrolan kemudian terhenti sejenak ketika suara adzan di waktu ashar berkumandang. Pribadi seorang santri masih nampak jelas terpantri dalam dirinya.

Pengusaha properti, aksesoris mobil, travel, tour, dan umroh itu kemudian menghela nafas ketika suara adzan berakhir.

Menurutnya, menjaga nama baik santri dan almamater pondok bukanlah hal mudah. Santri harus mampu mengimplementasikan ilmu agama yang diperoleh dari kiai selama di pondok.

"Yang utama bagi seorang santri adalah jujur dan takzim kepada guru. Itu kunci sukses sebagai seorang santri," ujar bapak dua anak ini.

Bahri mengabdi di Pondok Pesantren Kebun Anyar setelah tamat SD. Hingga ia kuliah di Fakultas Hukum Universitas Bangkalan (UTM).

Di pondok itu, Bahri mengemban tugas sebagai tukang belanja ke pasar. Sekaligus juru masak ketika pondok mempunyai hajat besar.

Ia lantas menceritakan kisah KH Hasyim Asyari Jombang hingga menjadi seorang kiai besar hanya 'bermodal' takzim kepada KH Syaichona Cholil (Mbah Cholil Bangkalan.

Bahri mengisahkan, Hasyim Asyari muda hanya disuruh Mbah Cholil mengembala sepasang bebek.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved