Single Focus

Penjelasan Psikiater RSUD Dr Soetomo terkait Alasan Anak Pilih Jadi Anggota Geng Tawuran

Dr dr Yunias Setiawati SpKJ (K), Ketua Poliklinik Jiwa RSUD Dr Soetomo sekaligus psikiater anak dan remaja, pun memberikan tanggapan.

Penjelasan Psikiater RSUD Dr Soetomo terkait Alasan Anak Pilih Jadi Anggota Geng Tawuran
surya.co.id/christine ayu nurchayanti
Psikiater anak dan remaja RSUD Dr Soetomo, Dr dr Yunias Setiawati SpKj. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Fenomena kenakalan remaja berupa tawuran antar geng kembali menjadi sorotan masyarakat Surabaya.

Selain rencana saling menyerang, perselisihan antara kedua geng tersebut juga diwarnai dengan penyekapan dan penganiayaan.

Meski sudah dimediasi dan beberapa anggota geng diamankan, dendam di antara kedua kubu masih belum padam.

Melihat hal ini, Dr dr Yunias Setiawati SpKJ (K), Ketua Poliklinik Jiwa RSUD Dr Soetomo sekaligus psikiater anak dan remaja, pun memberikan tanggapan.

Menurut Dokter Yunias, tingkah laku berkelompok atau membuat geng pada usia remaja, terlebih lagi remaja awal, wajar terjadi.

"Melalui membentuk geng, mereka bisa merasa nyaman dan diakui. Mereka akan bangga, apalagi jika dipilih sebagai ketua geng. Namun, tidak semua geng remaja mengarah kepada tindak kekerasan atau kriminalitas," ungkap Dokter Yunias.

Apabila mendapat pengarahan secara baik, Dokter Yunias menganggap bahwa kelompok pertemanan atau geng akan membawa remaja kepada hal yang positif.

Yang menjadi masalah, lanjutnya, apabila mereka tidak mendapat arahan secara baik, maka kelompok bisa bermasalah.

Tiga Faktor Utama Remaja Terlibat Geng Negatif

Menurut Doker Yunias, terdapat tiga faktor utama yang bisa membuat  remaja membentuk atau bergabung bersama geng yang cenderung berbuat tindak kekerasan.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved