Berita Surabaya

Pengusaha Catering Surabaya Manfaatkan Jargas PGN, Tatang K: Hemat Kebutuhan Energi Sampai 30 Persen

Usaha katering Catering Melati milik Tatang Kurniawan mendapat giliran untuk gas in atau mulai operasional menggunakan jargas PGN

Pengusaha Catering Surabaya Manfaatkan Jargas PGN, Tatang K: Hemat Kebutuhan Energi Sampai 30 Persen
surya/ahmad zaimul haq
Petugas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk memasang jaringan gas (jargas) PGN di usaha Catering Melati milik Tatang Kurniawan (berkacamata) di kawasan Gubeng Kertajaya, Selasa (22/10/2019). PGN kembali mendapatkan penugasan untuk membangun dan melayani jargas bagi usaha kecil rumahan atau home industri. Untuk 2019 ini, Kota Surabaya mendapat alokasi 20 Pelanggan Kecil (PK) layanan jargas bagi pelaku usaha home industri tersebut. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah memberikan layanan jaringan gas (Jargas) melalui penugasan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada Sambungan Rumahtangga (SR), PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, kembali mendapatkan penugasan untuk membangun dan melayani jargas bagi usaha kecil rumahan atau home industri.

Untuk 2019 ini, Kota Surabaya mendapat alokasi 20 Pelanggan Kecil (PK) bagi pelaku usaha home industri untuk mendapatkan layanan jargas. Salah satunya adalah Catering Melati di kawasan Kertajaya, Gubeng, Surabaya.

Usaha katering milik Tatang Kurniawan ini, Selasa (22/10/2019), mendapat giliran untuk gas in atau mulai operasional menggunakan jargas PGN.

Konstruksi dan instalasi jargas sudah dilakukan sejak beberapa minggu yang lalu oleh PGN.

Tatang mengaku sebelumnya sudah menjadi pelanggan harga rumah tangga.

"Di tahun 2016 sudah jadi pelanggan jargas rumah tangga. Kemudian saya sudah berpikir kalau usaha katering ini tentunya akan lebih baik bila menggunakan jargas. Tapi belum tahu cara dan informasinya, mengingat yang jargas yang ada adalah jargas untuk rumah tangga yang pemasangannya dulu gratis," kata Tatang saat ditemui di sela kegiatannya menyiapkan masakan pesanan klien.

Keinginan Tatang kemudian didengar oleh sales jargas dari PGN yang kemudian mendatanginya dan menawari untuk menggunakan jargas PGN melalui program PK.

Karena tidak termasuk program subsidi seperti SR, Tatang harus mengeluarkan dana investasi.

"Biaya investasi sekitar Rp 15 juta. Ini untuk pemasangan pipa gas dan juga membuat tujuh kompor dengan jargas," ungkap Tatang.

Tatang menyebut invetasi sebesar itu ia anggap masih berimbang dengan pendapatan usahanya yang sudah berjalan selama 20 tahun tersebut.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved