Berita Pasuruan

Pengakuan Guru Hajar 13 Siswa SMK Mutu Pasuruan, 'Saya Khilaf Setelah Teguran Tak Dihiraukan Siswa'

Mata MB, guru olahraga SMK Muhammadiyah Satu (Mutu) Kota Pasuruan tampak berkaca-kaca saat berbincang dengan Surya di sekolahnya

Pengakuan Guru Hajar 13 Siswa SMK Mutu Pasuruan, 'Saya Khilaf Setelah Teguran Tak Dihiraukan Siswa'
WhatsApp
Viral di WhatsApp (WA) Video Guru SMK Mutu Pasuruan Hajar Siswa 

SURYA.co.id | PASURUAN - Mata MB, guru olahraga SMK Muhammadiyah Satu (Mutu) Kota Pasuruan tampak berkaca-kaca saat berbincang dengan Surya di sekolahnya, Selasa (22/10/2019) siang. MB mengaku tidak berniat memukul anak didiknya.

Ia sangat mencintai anak didiknya dan tidak ingin anak didiknya ini menjadi generasi penerus bangsa yang rusak dan nakal. Ia mengaku saat itu hanya ingin mengingatkan 13 anak didiknya untuk tidak merokok di lingkungan sekolah apalagi menggunakan seragam sekolah.

Kejadian itu, kata dia, berlangsung saat Ujian Tengah Semester (UTS) 8 Oktober kemarin. Ia masih ingat jelas, saat itu ia mendengar kabar bahwa 13 siswa ini sedang makan di warung luar sekolah lalu mereka merokok di sana.

Viral di WhatsApp (WA) Video Guru SMK Mutu Pasuruan Hajar Siswa, Ini Identitas & Kronologisnya

"Saya panggil mereka dan saya kumpulkan siapa saja yang merokok. Dan saya bariskan mereka di luar kelas," akunya.

MB mengaku khilaf, namun tindakannya itu bentuk kekesalannya terhadap peserta didiknya yang tidak mau menurut.

"Saya sudah bilang dan saya tegur dengan baik-baik. Tapi teguran saya tidak dihiraukan dan tidak didengarkan," tuturnya membela diri.

Ia secara pribadi meminta maaf kepada semua pihak, baik siswa, wali murid, dan sekolah.

Ia mengaku perbuatannya dilakukan secara spontanitas atas kekecewaan terhadap siswa yang tidak bisa diingatkan untuk tidak merokok.

"Anak-anakku yang saya cintai. Tidak ada maksud dari bapak untuk melukai. Bapak minta maaf atas kekhilafan ini. Permohonan maaf ini saya lakukan dan saya sampaikan dari lubuk yang paling dalam," tambahnya.

Disinggung soal sanksi yang sudah diberikan pihak sekolah, MB mengaku akan menerimanya dengan baik-baik.

Ia mengaku ikhlas dan akan menjalani saksi ini.

"Saya ikhlas dan siap menerima konsekuensi atas perbuatan yang saya lakukan ini. Sekali lagi, saya memohon maaf sebesar-besarnya," pungkasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved