Citizen Reporter

Menikmati Akhir Pekan di Festival Ngopi Sepuluh Ewu di Desa Adar Kemiren, Glagah, Banyuwangi

Sekitar 10 ribu cangkir kopi, warga Kemiren menyiapkan tak kurang dari 350 kg bubuk kopi khas Banyuwangi.

Menikmati Akhir Pekan di Festival Ngopi Sepuluh Ewu di Desa Adar Kemiren, Glagah, Banyuwangi
ist/citizen reporter
Menikmati Akhir Pekan di Festival Ngopi Sepuluh Ewu di Desa Adar Kemiren, Glagah, Banyuwangi 

SURYA.co.id - Festival Ngopi Sepuluh Ewu di Banyuwangi, tepatnya di ke Desa Adar Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (12/10/2019) memicu kehadiran ribuan orang.

Mereka datang dari berbagai kalangan untuk menikmati akhir pekan, mulai dari kaum milenial maupun orang-orang dewasa.

Acara itu memasuki tahun ke tujuh.

Tradisi ngopi di Desa Adat Kemiren memang tak hanya sebatas menikmati seduhan biji kopi.

Even itu sebagai undangan kepada seluruh orang untuk datang dan merasakan kehangatan warga setempat dalam menyambut tamu.

Tidak hanya warga Banyuwangi yang menikmati suguhan suku Osing itu, namun juga hadir tamu-tamu dari luar kota dan luar negeri yang membaur menikmati kehangatan dan aroma kopi khas.

Filosofi yang digunakan adalah sak corot dadi seduluran yang artinya sekali seduh semua menjadi saudara.

Selain itu, inovasi para pemuda desa dalam mengiringi tenteramnya suasana dengan alunan musik tradisional dipadukan menarik dengan musik modern.

Itu membuat pengunjung milenial betah menikmati sajian kopi sambil menyodorkan ponsel pintarnya.

“Luar biasa sekali. Saya gak rugi jauh-jauh datang dari Sidoarjo. Keharmonisan sangat didapatkan, rasanya seperti menyeruput kopi bersama keluarga sendiri, padahal semuanya tidak ada yang saling kenal. Mantul sekali pokoknya. Menyesal banget buat yang gak bisa hadir di even ini,” kata Selvi Adi Brata (24) salah satu pengunjung asal Sidoarjo.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved