Grahadi

Hari Santri 2019

Ini Program OPOP dari Khofifah untuk Kuatkan Ekonomi Santri Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pihaknya memiliki program unggulan khusus untuk santri di Jawa Timur.

Ini Program OPOP dari Khofifah untuk Kuatkan Ekonomi Santri Jawa Timur
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa diserbu para santri yang menjadi peserta apel Hari Santri Nasional 2019 di Mapolda Jawa Timur, Selasa (22/10/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pihaknya memiliki program unggulan khusus untuk santri di Jawa Timur.

Program yang dimaksud yaitu One Pesantren One Product (OPOP).

Dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 dengan apel bersama kiai santri Jawa Timur di Mapolda Jatim, Selasa (22/10/2019),  Khofifah menegaskan bahwa program OPOP sengaja disalurkan untuk mewujudkan kemandirian dan penguatan kewirausahaan santri.

"Saya rasa akan menjadi bagian penting untuk penguatan kewirausahaan dan kemandirian, kita di Jawa Timur punya program OPOP. Ini sudah jalan," kata Khofifah.

Program OPOP adalah program khusus yang digagas Khofifah untuk memberikan peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat berbasis pondok pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren dan masyarakat sekitar pesantren.

Secara khusus Khofifah mengatakan, bahwa dibutuhkan banyak kolaborasi dari berbagai lini untuk bisa mendorong UKM, IKM dan juga koperasi di Jawa Timur. Tak terkecuali di kalangan pondok pesantren yang menjadi fokus sasaran program OPOP.

"Di satu dari 9 amanat Menteri Agama di peringatan Hari Santri Nasional juga adalah pesantren dan santri sangat identik dengan kemandirian. Bagaimana kemudian pasca mereka dari pesantren kemandirian secara ekonomi harus disiapkan," jelas Khofifah.

Salah satu cara mendorong kemandirian santri yang disasar program OPOP, lanjut Khofifah, adalah SMK-SMK di pesantren, serta program pendidikan vokasi di pesantren.

Mereka yang memiliki produk-produk unggulan dikembangkan lagi dengan memberikan pendampingan petik oleh kemas jual, serta managemen marketing dan pemberdayaan masyarakatnya.

Kini program OPOP sudah memiliki training center dengan menggandeng perguruan tinggi. Salah satunya di Universitas NU Surabaya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved