Berita Surabaya

BREAKING NEWS- Sempat Diteriaki Warga, Pria Kediri Tewas Disambar KA sebelumnya Terpental 25 Meter

Petugas mengevakuasi jasad Gampang (51) warga Dusun Bunut, Bringin, Badas, Kediri yang tersambar kereta api, Selasa malam (22/10/2019).

BREAKING NEWS- Sempat Diteriaki Warga, Pria Kediri Tewas Disambar KA sebelumnya Terpental 25 Meter
foto: istimewa/polsek wonokromoi
Petugas mengevakuasi jasad Gampang (51) warga Dusun Bunut, Bringin, Badas, Kediri yang tersambar kereta api, Selasa malam (22/10/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Seorang pria meregang nyawa setelah tersambar bodi kereta api lalu terlempar sejauh 25 meter d perlintasan Rel kereta api (KA) Jalan Wonokromo, Selasa (22/10/2019) malam.

Korban bernama Gampang (51) warga Dusun Bunut, Bringin, Badas, Kediri.

Informasinya, tubuh pria yang mengenakan kaus biru muda bercelana jeans itu terpental sejauh 25 meter dan terjerembab di pinggiran rel kereta api.

Pria naas tersebut  tersambar bodi KA KRD Bojonegoro yang melintas dari arah selatan.

Video terkait:

Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPB Linmas Kota Surabaya, Yusuf Masruh, korban diketahui saksi bernama Rusman (55), semula berjalan dari arah selatan di pinggiran rel KA di belakang Stasiun Wonokromo.

"Menurut warga sekitar, korban jalan kaki dari perlintasan ke arah selatan tepat di pinggir rel kereta api," katanya, selasa (22/10/2019).

Entah apa penyebabnya, ungkap Yusuf, korban tidak menyadari adanya kedatangan KA KRD Bojonegoro daro arah selatan.

"Korban tidak menyadari ada kereta dari arah selatan sehingga tertabrak dari belakang dan terpental," jelasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda Ari Pranoto menjelaskan, sesaat sebelum tubuh korban terserempet bodi KA, beberapa saksi sempat melihat korban duduk di sekitar area palang perlintasan KA.

Tak lama kemudian korban beranjak dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju ke arah Stasiun Wonokromo.

"Pada saat palang pintu ditutup korban jalan menuju ke Stasiun Wonokromo," terang Ari.

Saat KA melintas, ungkap Ari, beberapa warga sempat meneriaki korban untuk menghindar.

"Korban tidak menghiraukan lalu korban terserempet kereta api hingga terpental," ungkapnya.

Setelah dilakukan proses olah tempat kejadian perkara oleh Tim Inafis Polrestabes Surabaya, lalu mayat dibawa ke RSU Dr Soetomo menggunakan mobil ambulan Dinas Sosial Kota Surabaya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved