TERUNGKAP Alasan Sebenarnya Prabowo Mau Jadi Menteri Pertahanan Jokowi

Terungkap alasan sebenarnya Prabowo Subianto mau jadi menteri pertahanan di pemerintahan Presiden Jokowi

TERUNGKAP Alasan Sebenarnya Prabowo Mau Jadi Menteri Pertahanan Jokowi
Youtube Kompas TV
Terungkap Alasan Sebenarnya Prabowo Mau Jadi Menteri Pertahanan Jokowi. 

Calon Menteri Jokowi, dari diplomasi kuda, naik MRT hingga Istana

Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, Senin (21/10/2019) datang ke istana pada pukul 16.15 WIB didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu mengenakan kemeja putih lengan panjang. Kemeja putih adalah pakaian yang biasa dikenakan Presiden Joko Widodo dan para menteri Kabinet Kerja jilid I.

Prabowo Subianto Djojohadikusumo merupakan calon Presiden yang berkompetisi dengan Jokowi dalam dua kali pemilihan umum.

Kompetisi pertama dalam Pemilu 2014, saat itu Prabowo berpasangan dengan Hatta Radjasa mendapat nomor urut 1, berkompetisi dengan Jokowi-Jusuf Kalla yang mendapat nomor urut 2.

Kompetisi kedua dalam Pemilu serentak 2019, Prabowo berpasangan dengan Sandiaga Uno yang mendapat nomor urut 02 berkompetisi dengan Jokowi-Ma’ruf Amin yang mendapat nomor urut 01. Prabowo gagal terpilih sebagai Presiden dari dua kali pilpres tersebut.

Prabowo merupakan anak begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo. Karier militer pria kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1951 tersebut cemerlang di masa Orde Baru. Namun tumbang, bersamaan dengan tumbangnya rezim.

Berbagai misi telah dilaksanakan Prabowo dalam karir militernya, hingga ia memperoleh sejumlah penghargaan di antaranya: Satya Lencana Kesetiaan XVI, Satya Lencana Seroja Ulangan-III, Satya Lencana Raksaka Dharma, Satya Lencana Dwija Sistha, Satya Lencana Wira Karya, The First Class The Padin Medal Ops Honor dari Pemerintah Kamboja dan Bintang Yudha Dharma Naraya.

Prabowo juga diketahui sukses melakukan operasi pembebaan sandera di Mapenduma, Papua.

Pensiun dari militer, dia Prabowo memilih aktif dunia politik dan juga membangun bisnisnya. Prabowo sempat mengikuti konvensi calon presiden Partai Golkar pada 2004, namun kalah.

Keluar dari Partai Golkar, Prabowo mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada 2008 yang digunakan sebagai kendaraan politiknya hingga saat ini.

Halaman
1234
Editor: Tri Mulyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved