Sebut Nama Wanita Selingkuhan, Istri Sah yang juga PNS Lamongan Ini Dihajar Bertubi-tubi oleh Suami

Rumah tangga seorang wanita PNS Lamongan yang bertugas di Dinas Pertanian retak lantaran nama wanita selingkuhan disebut-sebut.

Sebut Nama Wanita Selingkuhan, Istri Sah yang juga PNS Lamongan Ini Dihajar Bertubi-tubi oleh Suami
Tribunnews
Ilustrasi. Sebut nama wanita selingkuhan, istri sah yang juga PNS Lamongan ini dihajar bertubi-tubi oleh suami. 

SURYA.co.id l LAMONGAN - Rumah tangga seorang wanita PNS Lamongan yang bertugas di Dinas Pertanian retak lantaran nama perempuan lain disebut-sebut.

Terjadi cekcok antara pasangan suami istri AS (33) dengan BL (34).

Di tengah cekcok tersebut, AS menyebut nama perempuan lain yang diduga selingkuhan suaminya.

Dia pun mendatangi Polres Lamongan, Senin (21/10/2019) untuk melaporkan peristiwa kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT).

Insiden yang memicu kemarahan suaminya, BL itu berawal saat keduanya cekcok di belakang rumah di kediamannya.

Kejadiannya pada Minggu (20/10/2019) sekitar pukul 02.00 WIB.

Sebutan nama wanita selingkuhan itu membuat suaminya naik pitam karena tersinggung.

Pegawai negeri sipil di lingkungan Dinas Pertanian ini, beradu mulut dengan suaminya.

Suami AS marah dan tidak terima, dan langsung menampar korban hingga tiga kali dengan keras menggunakan tangan kanannya mengenai pipi kiri pelapor.

Kepada polisi di SPKT, As mengungkapkan, suaminya tidak hanya menampar wajahnya saja.

Kemarahan BL berlanjut, pipi kanan dan pipi kiri dicubit menggunakan kedua tangannya dengan keras sampai pelapor merasa kesakitan.

"Hidung saya juga dicubit 2 kali," ungkapnya kepada polisi.

Cubitan marah sang suami dirasakannya sakit.

Tak cukup di situ, kedua telinga pelapor dijewer oleh suami pelapor menggunakan kedua tangannya dengan keras sehingga membuat pelapor hampir terjatuh.

Korban terhuyung dan kepalanya terbentur ke belakang mengenai tembok dengan keras.

Ketika prahara rumah tangga itu pecah, korban kekerasan dalam rumah tangga ini hanya bisa menangis tanpa berani melawan suaminya.

Sampai Senin pagi tadi, AS berusaha menahan diri dengan merasakan sakit akibat kekerasan fisik yang dilakukan BL.

Paginya saat di tempat kerja, di Kantor Dinas Pertanian, korban menceritakan ihwal yang dialaminya kepada temannya, Hartati.

Korban menunjukkan bukti pipi kirinya yang terluka memar merah bekas tamparan, pipi dan hidung pelapor juga dirasakan sakit karena dicubit.

Psikologis korban tertekan dan mengaku ketakutan terhadap suaminya.

Tidak terima atas kejadian kekerasan dalam rumah tangga yang dialaminya, Ana terpaksa harus melapor ke polisi.

Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat mengatakan, pihaknya memastikan menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga ini.

"Baru dilaporkan, maka langkah selajutnya adalah memintai keterangan pihak - pihak terkait," kata Norman.

Kasus di Surabaya

Kasus di Syurabaya, Budi Kurniawan (41) kepergok istrinya sedang berduaan bareng wanita selingkuhan di kamar kos yang ada di Jalan Tambak Asri.

Perselingkuhan itu disaksikan sendiri oleh istrinya yang telah membuntutinya sejak Budi keluar dari rumah.

Keberadaan selingkuhan itu membuat rumah tangga Budi dan Sahliyatul Amalia (39) pun morat marit.

Walhasil, setelah mengetahui suaminya berduaan di kamar kos dengan perempuan lain, Sahliyatul langsung melabraknya.

Berikut kronologinya :

Pasangan suami istri ini tinggal di Jalan Teluk Aru Tengah Surabaya.

Curiga sang suami selingkuh, Sahliyatul pun mencoba membuntuti Budi Kurniawan ketika keluar rumah.

Dan kecurigaan itu terbukti, saat Sahliyatul memergoki suaminya mampir ke sebuah rumah kos di Jalan Tambak Asri XVI Surabaya, pertengahan Agustus 2019.

Mendapati hal itu, pikiran Sahliyatul semakin kalut.

Ia lantas nekat memghampiri suaminya yang sudah terlanjur masuk ke salah satu kamar kos di rumah tersebut.

Tak pelak, kecurigaan Sahliyatul terjawab, setelah sang suami berada di dalam kamar bersama seorang perempuan.

"Awalnya korban mendapat informasi kalau suaminya selingkuh. Kemudian, oleh korban pelaku atau suaminya itu diikuti sejak keluar rumah. Alhasil didapatilah masuk ke dalam kamar kos bersama pasangan selingkuhnya," beber Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Dimas Ferry Anuraga, Minggu (20/10/2019).

Wanita mana yang dapat menerima kenyataan jika suaminya berada dipelukan wanita lain.

Sahliyatul pun melabrak pasangan selingkuh suaminya itu sampai tetangga kos dan warga keluar.

Melihat situasi tak terkendali, Budi Kurniawan yang malu spontan naik pitam.

Ia kemudian menyeret istrinya sendiri untuk keluar dari dalam rumah kos.

Tak hanya diseret, Sahliyatul yang masih berteriak histeris itu juga dipukul pelaku pada bagian wajah dan kepalanya.

"Setelah itu pelaku yang terlanjur malu melarikan diri. Tak lama setelah kejadian, korban langsung melaporkan suaminya atas tindakan penganiayaan di dalam rumah tangga," tambah Dimas.

Dua bulan berselang, polisi mendapat laporan korban jika suaminya atau pelaku pulang, Sabtu (19/10/2019).

"Dari sana kami tangkap di rumahnya tanpa perlawanan. Dua bulan itu tersangka kabur berpindah-pindah ke rumah temannya, dalam maupun luar kota. Masih kami dalami," tandasnya.

Mahasiswi dipaksa berhubungan badan

Mahasiswi ini dipaksa berhubungan badan setelah pergoki pacarnya selingkuh.

Berikut kronologi dan fakta-faktanya

Seorang pria di Batam nekat merudapaksa mantan kekasihnya, lantaran tidak terima cintanya diputus.

Aksi nekat itu dilakukan BW, mahasiswa salah satu universitas di Batam.

BW nekat merudapaksa PR (21), mantan kekasih yang juga teman sekampusnya.

Hal itu dilakukan BW lantaran PR menolak menerima cintanya kembali.

Pemerkosaan tersebut terjadi di rumah kos PR, di Batuaji, Batam, Provinsi Kepri.

Korban yang tidak terima atas perlakukan pelaku, kemudian melaporkan hal tersebut ke Polsek Batuaji.

Peristiwa itu juga dibenarkan oleh Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe.

Syafruddin mengatakan, korban dan pelaku masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Batam, Sabtu (19/10/2019) dikutip Surya.co.id dari TribunBatam.

Atas laporan korban, Polsek Batuaji berhasil mengamankan BW.

Penangkapan itu dilakukan di seputaran Batuaji, Batam, Kamis (17/10/2019).

Kronologi kejadian

Diketahui, awalnya PR dan BW merupakan sepasang kekasih.

Namun PR kemudian mengetahui bahwa BW telah berselingkuh.

Mengetahui hal itu, maka PR memutuskan hubungan cintanya dengan BW.

Meski telah putus, PR mengaku tetap menjalin hubungan yang baik terhadap BW.

"Kebetulan kita satu kampus, jadi kita tetap menjalin komunikasi, saya ikhlas dia (BW) bersama wanita lain," Kata PR.

PR menceritakan, pada Senin (14/10/2019) sekira pukul 22.00 WIB, BW bertamu ke rumah kos PR.

"Dia datang ke rumah, sampai di rumah dia langsung mencekik leher saya dan menarik saya masuk ke kamar," terang PR.

Di dalam kamar, BW memaksa PR melakukan hubungan suami istri.

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe membenarkan pengakuan korban.

"Jadi awalnya korban dan pelaku pacaran.

Namun BW ini ketahuan selingkuh.

Jadi PR memutuskan cintanya," kata Syafruddin.

Dari keterangan sementara, pelaku melakukan pemaksaan dengan mencekik leher korban dan mendorong korban masuk ke dalam kamar.

Sesuai hasil visum, Syafruddin juga mengatakan bagian kemaluan korban mengalami luka.

Sampai saat ini kasus pemerkosaan BW terhadap PR masih dalam proses penyelidikan.

"Kasusnya masih kita kembangkan, apakah ada motif lain, atau hanya karena cintanya sudah tidak diterima lagi," kata Syafruddin.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Kronologi Pria Mabuk Rudapaksa Mahasiswi

AR (21), tak dapat berkutik saat ditangkap di rumah keluarganya di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, oleh aparat kepolisian dari Polres Palopo, Sabtu (19/10/2019) malam.

AR ditangkap polisi karena merudapaksa seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Kota Palopo berinisial YD (19), di sebuah indekos di Kelurahan Luminda, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo pada Selasa (15/10/2019) malam.

Kasat Reserse Kriminal Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf mengatakan, kejadian berawal saat pelaku datang bertamu ke kosan korban dengan berpura-pura sebagai teman, kemudian korban pun membukakan pintu.

Sampai dalam rumah kos, sambung Ardy, pelaku langsung mengambil pisau dan mematikan lampu kemudian mengancam korban.

"Dari hasil keterangan korban bahwa dia dicekik di bagian leher kemudian diancam.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka cekikan di leher, luka gores pada punggung tangan kanan, dan luka robek pada alat kelamin,” katanya.

Setelah menjalankan aksinya, sambung Ardy, tersangka melarikan diri ke rumah keluarganya di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, dan berhasil dibekuk oleh tim Resmob Polres Palopo.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 285 KUHP tentang tindak kekerasan atau dengan mengancam seorang wanita bersetubuh di luar perkawinan dengan ancaman 12 tahun penjara.

Sementara itu, dihadapan penyidik Polres Palopo AR mengakui perbuatannya. Ia mengaku, aksi yang ia lakukan setelah dirinya minum minuman keras (miras).

“Saya lakukan itu setelah minum alkohol jenis Ballo, waktu saya masuk ke rumahnya dia sempat berteriak jadi saya gigit,” ujarnya. (Sumber: TribunJakarta/TribunBatam/Kompas.com)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved