Berita Tuban

PT Hutama Karya Mangkir saat Mediasi dengan User Pasar, Begini Sikap Komisi IV DPRD Tuban

PT Hutama Karya (HK) Realtindo mangkir saat mediasi dengan para user Pasar Besar Tuban (PBT), yang difasilitasi oleh Komisi IV DPRD Tuban

PT Hutama Karya Mangkir saat Mediasi dengan User Pasar, Begini Sikap Komisi IV DPRD Tuban
surya/m sudarsono
Para User PBT Tuban saat mediasi yang difasilitasi DPRD Tuban, Senin (21/10/2019). Pada mediasi ini, pihak PT Hutama Karya mangkir 

SURYA.co.id | TUBAN - PT Hutama Karya (HK) Realtindo mangkir saat mediasi dengan para user Pasar Besar Tuban (PBT), yang difasilitasi oleh Komisi IV DPRD Tuban, di ruang paripurna Dewan, Senin (21/10/2019). Ketidakhadiran PT HK selaku pengembang HA-KA Style Tuban sangat disayangkan, mengingat pertemuan atau mediasi adalah untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami para user.

Ketua Komisi IV DPRD Tuban, Tri Astuti, mengatakan para user merasa dirugikan oleh PT HK, karena saat itu investasi yang dilakukan dimaksudkan agar bisa memperbaiki taraf ekonomi. Namun sampai 17 tahun pembangunannya mangkrak dan tiba-tiba PT HK kembali melanjutkan proyek dengan konsep baru.

"Proyek PBT dimulai 2002, namun hingga 17 tahun tidak juga rampung. User merasa dirugikan," kata Astuti kepada wartawan usai mediasi.

Pemkab Minta PT Hutama Karya Tepat Waktu Kerjakan HA-KA Style Tuban, Wabup: Kalau Molor Kami Paksa

Astuti yang juga sebagai Ketua DPC Gerindra Tuban itu menjelaskan, para user tidak pernah diajak berunding saat Pasar diratakan untuk dibangun lebih modern, sehingga saat peletakan batu pertama mereka mengadu kepada DPRD hingga akhirnya difasilitasi untuk mediasi.

Namun disesalkan, user yang sudah datang ini tidak bisa bertemu dengan PT HK.

Pihak HK meminta penjadwalan ulang, dikarenakan ada agenda yang sama yang tidak bisa ditinggalkan. 

Ketidakhadiran pihak HK tentu akan tindak lanjuti, agar masalah ini bisa segera terselesaikan.

"Kami tetap akan menemui PT HK dan minta diagendakan agar bisa ketemu. Nasib para user harus diperjuangkan, semoga ada solusi terbaik yang bisa diterima semua pihak," pungkasnya.

Sekadar diketahui, bangunan PBT akan diubah menjadi Pasar Tradisional Modern, yang terdapat Tempat Wisata, dan Hotel. Bangunan di atas lahan 5,7 hektare itu diberi nama HA-KA Style Tuban dan telah dilakukan peletakan baru pertama oleh bupati tuban, Fathul Huda, kamis (17/10/2019)

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved