Breaking News:

Single Focus

Polisi Terus Buntuti Aktivitas Dua Kelompok Geng yang Berseteru 

Sejak 21 September lalu, kepolisian di Surabaya terus beupaya menekan dan menggagalkan aksi tawuran kedua geng, KP Jawara dan All Star di Surabaya.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Parmin
surya.co.id/firman rachmanudin
Polisi saat mengamankan 17 anggota geng All Star yang rata-rata masih anak-anak di Taman Mundu Surabaya, Sabtu (12/10/2019) malam. 

PERSETERUAN dua kelompok geng yang didominasi anak-anak di Surabaya belum sepenuhnya mereda, meski kepolisian terus memburu dan membuntuti aktivitas mereka.

Setidaknya, sejak 21 September lalu, kepolisian di Surabaya terus beupaya menekan dan menggagalkan aksi tawuran kedua geng, KP Jawara dan All Star di Surabaya.

Sebanyak 31 anak diamankan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Mereka mengaku dari dua kelompok geng itu.

Tak hanya anggota geng, polisi juga menyita puluhan senjata tajam seperti, celurit, gergaji, pisau dan pedang serta sabuk gesper besi.

Mereka sempat diinapkan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sebelum akhirnya dijemput orang tua dan menandatangani kesepakatan berdamai.

Dari 31 yang diamankan, mayoritas anak dibawah umur.

"Yang dewasa hanya empat orang," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus, Sabtu (21/10/2019).

Meski sudah diamankan dan dibina, ratusan anak-anak ini tak lantas keder. Mereka malah melakukan aksi penculikan hingga penganiayaan.

Kelompok geng KP Jawara, yang berjumlah sembilan orang melakukan pengeroyokan dan penyekapan terhadap NF (16), pelajar yang diketahui kelompok geng All Star.

Atas kejadian itu, Unit Jatanras Satreskrim Polrstabes Surabaya melakukan penyelidikan, hingga akhirnya sembilan anak ditangkap, 1 Oktober 2019.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved