Berita Lamongan

Peringatan Hari Santri: Persepsi Santri Era Millennial Dibedah pada Seminar bersama KH Maschan Moesa

K.H Ali Maschan Moesa pada seminar membedah persepsi santri dalam era millenial dan tradisi budaya santri di Pendopo Lokatantra Lamongan.

Peringatan Hari Santri: Persepsi Santri Era Millennial Dibedah pada Seminar bersama KH Maschan Moesa
surya.co.id/hanif manshuri
Dari kiri: KH Ali Maschan Moesa bersama Ketua MUI, KH Aziz Khoiri dan Bupati Fadeli di Pendopo Lokatantra Lamongan, Senin (21/10/2019).   

SURYA.co.id l LAMONGAN - Momen Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober memiliki pemahaman yang luas. 

Disampaikan K.H Ali Maschan Moesa dalam seminar membedah persepsi santri dalam era millenial dan tradisi budaya santri di Pendopo Lokatantra Lamongan, Senin (21/10/2019).

“Kita perlu menyamakan presepsi tentang santri. Banyak orang salah paham memahaminya. Bahwa santri identik dengan mereka yang pernah belajar di pondok pesantren saja,” ungkapnya.

Seminar yang juga di hadiri Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya Muchamad Toha dan diikuti 600 peserta ini membahas santri dalam arti yang lebih luas. 

K.H Ali Maschan Moesa  kemudian memaparkan soal istilah kaum priyai, santri dan abangan

Kaum santri seperti dijelaskannya merupakan orang yang aktif melakukan kewajiban dan ajaran agama Islam dengan baik.

Sedangkan abangan merupakan penganut Islam yang tidak melaksanakan kewajiban-kewajiban atau ritual kaum muslimin pada umumnya. “Sehingga kita perlu menyamakan persepsi bahwa santri itu terkait keimanan kita," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan peran signifikan santri dalam proses kemerdekaan Indonesia. Sehingga saat ini setiap 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri.

Sementara itu Bupati Lamongan Fadeli menyampaikan bahwa momen Hari Santri harus dijadikan sebagai ajang memperbaiki kualitas diri. 

“Negara Indonesia merupakan Negara yang besar. Mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim dan di Lamongan sebanyak 99,6 persen masyarakatnya beragama Islam,"kata Fadeli. Sehingga momen Hari Santri harus dijadikan sebagai ajang memperbaiki kualitas diri (umat muslim). 

Dalam kesempatan tersebut Sekkab Yuhronur Efendi dalam laporannya selaku Ketua Panitia Peringatan Hari Santri 2019 di Lamongan sudah mengintruksikan kepada seluruh camat agar menggelar apel santri serentak di wilayah masing-masing.

Rangkaian acara Hari Santri masih akan berlangsung hingga tanggal 22 oktober, dengan melaksanakan Apel Hari Santri di Alun-alun Lamongan. Dilanjutkan dengan pembukaan pameran hasil karya para santri dan UKM di tempat yang sama.

Sementara pada malam harinya akan diadakan pawai ta’aruf yang diikuti sebanyak 2.000 santri dan dimeriahkan pentas seni serta gambus.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved