Citizen Reporter

Menengok Festival Kampung Cepluk di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang

Kampung Cempluk adalah sebuah ikon dari Dusun Sumberjo. Terinspirasi dari sebuah lampu minyak

Menengok Festival Kampung Cepluk di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang
ist/Citizen Reporter
Festival Kampung Cepluk di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang 

SURYA.co.id - Apakah Anda pernah mengunjungi sebuah festival seni dan budaya?

Tidak semua orang pernah merasakan euforia ini bahkan terbilang hanya sedikit saja.

Hal ini disebabkan karena festival-festifal seni yang diadakan kurang menarik minat pengunjung terutama milenial yang sudah terlena akan kemajuan teknologi di era globalisasi ini.

Padahal adanya festival semacam ini adalah suatu bentuk apresiasi akan karya seni dan pelestarian budaya agar tak punah seiring dengan perkembangan zaman.

Lalu, bagaimana cara agar menarik perhatian pengunjung terutama kalangan muda untuk berparisipasi dalam upaya pelestarian kesenian? Sebuah terobosan dilakukan dalam Festival Kampung Cempluk.

Slamet (51), Kepala Dusun Sumberejo, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang menjadi salah satu roda penggerak perubahan di lingkungannya.

Ia bersama beberapa tokoh lainnya membuat inovasi dalam pengembangan masyarakat, pelestarian budaya, dan pemenuhan ekonomi melalui Festival Kampung Cempluk yang diselenggarakan 22-29 September 2019.

Kampung Cempluk adalah sebuah ikon dari Dusun Sumberjo yang terinspirasi dari sebuah lampu minyak yang dianggap tertinggal.

Lokasi dusun itu berbatasan langsung dengan daerah perkotaan yang akan terlihat kesenjangannya pada malam hari.

Ada tiga pilar yang ada dalam festival ini adalah kuliner, budaya, dan pameran seni dalam tema tempoe doeloe.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved