Berita Gresik

Anggota Dewan Sebut Program Smart City Gresik Cuma Slogan, 'Kurang Inovasi & Kalah dari Daerah Lain'

anggota Komisi IV DPRD Gresik menyebut tak ada bukti konkret kalau Gresik merupakan smart city

Anggota Dewan Sebut Program Smart City Gresik Cuma Slogan, 'Kurang Inovasi & Kalah dari Daerah Lain'
surabaya.tribunnews.com/sugiyono
Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim presentasi program unggulan quick win Gresik menuju smart city, Rabu (15/11/2017). Namun, Senin (21/10/2019), anggota Komisi IV DPRD Gresik menilai program yang dua tahun lalu dicanangkan itu cuma slogan saja lantaran dianggap tak ada bukti konkret Gresik jadi Smart City. 

SURYA.co.id | GRESIK - Kabupaten Gresik sebagai Smart City ternyata dianggap sebagai slogan saja. Anggota Komisi IV DPRD Gresik mendesak organisasi perangkat daerah (OPD) segera melakukan inovasi dalam hal pelayanan.

Kabupaten Gresik pernah terpilih bersama 25 kabupaten/kota lain se-Indonesia di tahun 2017 silam. Kenyataannya, anggota dewan menyebut tak ada bukti konkret kalau Gresik merupakan smart city.

Anggota Komisi IV DPRD Gresik, M Nasir Cholil, menuturkan layanan berbasis inovasi di Gresik masih belum maksimal, bahkan bisa dibilang kalah dari daerah lain. Pria yang selalu menggunakan peci hitam ini membandingkan pelayanan di Gresik dengan di Surakarta saat melakukan kunjungan kerja.

"Di sana langsung terkoneksi. Contohnya ketika ada salah satu warga yang meninggal dunia, maka secara otomatis datanya terhapus dari data kependudukan tanpa perlu pihak keluarganya mengurus di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) setempat,” kata Nasir di kantor DPRD Gresik, Senin (21/10/2019).

Bahkan, lurahnya datang langsung mengunjungi dan ikut takziah ke keluarganya sembari menyerahkan santunan kematian beserta perubahan kartu keluarga (KK) dan akta kematian.

"Itu baru terkoneksi. Keluarganya juga tidak perlu repot mengurus berkas," ujarnya.

Politisi Partai NasDem ini menambahkan bagi ibu yang melahirkan, selain mendapat jaminan persalinan (jampersal) yang ditanggung oleh pemerintah, mereka juga tak perlu repot dengan urusan administrasi.

"Setelah lahiran dari rumah sakit, pulang gendong sambil membawa akta. Sudah tercatat dan terkoneksi itu yang penting," paparnya.

Nasir menegaskan, Dispendukcapil, Dinsos, Dispendik dan Bagian Kesra harus bersinergi.

Dalam waktu dekat Komisi IV DPRD Gresik mengusulkan untuk memanggil membahas hal ini supaya ada inovasi dalam memberikan pelayanan.

"Harusnya di Gresik ya lebih dari bisa. Selama ada kemauan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Apalagi, Kabupaten Gresik mengklaim sebagai smart city," tegasnya.

Saat berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan Pemkab Gresik soal tudingan anggota Komisi IV DPRD Gresik yang menyebut tak ada bukti konkrit kalau Gresik merupakan smart city.

Penulis: Willy Abraham
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved