Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia (Pedalindo) Bekali Kemampuan Penjual 'Daring non-Riba'

Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia (Pedalindo) berkomitmen untuk memberikan pelatihan penjualan berbasis daring (online) untuk anggotanya.

Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia (Pedalindo) Bekali Kemampuan Penjual 'Daring non-Riba'
SURYA/Bobby Constantine Koloway
Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia (Pedalindo) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pedalindo yang berlangsung di Sidoarjo, Minggu (20/10/2019). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia (Pedalindo) berkomitmen untuk memberikan pelatihan penjualan berbasis daring (online) untuk anggotanya. Penjualan berbasis daring diharapkan dapat meningkatkan omset anggotanya.

Hal ini menjadi salah satu keputusan yang disepakati pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pedalindo yang berlangsung di Sidoarjo, Minggu (20/10/2019). "Di dalam agenda Rakernas, kami mebahas orientasi asosiasi agar bisa aktual dengan isu perdagangan," kata Paul Agus Dwiyanu, Ketua Dewan Pembina Pedalindo kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di sela Rakernas.

"Sebab, kami berangkat dari konsep sederhana yakni memberikan wadah pedagang informal. Tentu, salah satu isu aktual yang kami bahas mengenai penjualan online," kata Paul.

Paul menjelaskan bahwa penjualan berbasis daring menjadi salah satu tantangan yang akan dihadapi organisasinya. Sebab, dengan ditopang penjualan berbasis daring, penjual bisa berinovasi memperluas pasar.

Tak hanya asal memasarkan, pihaknya akan menghilangkan 'riba' dalam penjualan. "Selama ini, bisnis online memang berpotensi riba. Sebab, penjual dan pembeli melakukan akad tanpa mengetahui kondisi barang," katanya.

Namun, organisasinya akan melakukan akad penjualan setelah calon pembeli mengetahui kondisi barang secara langsung. Calon pembeli bisa melihat barang saat hadir di Ponti Festival yang berada di Sidoarjo.

"Sesudah mengetahui kondisi barang dan membeli, bisa dilanjutkan melalui online. Sebab, pasar secara online bisa lebih luas," katanya.

Untuk diketahui, Pedalindo juga merupakan pengelola dari Ponti Festival yang buka sepekan sekali di akhir pekan. Saat ini Pedalindo memiliki anggota tetap berjumlah 281 penjual tetap dan ribuan pedagang tidak tetap.

Di sentra UMKM tersebut, menyediakan kuliner makanan, fashion, aksesoris, kerajinan kayu, percetakan, buah-buah, furniture. Selain menyiapkan lokasi, Pedalindo juga memberikan upaya pembinaan hingga perlindungan produk yang sehat bagi pedagang yang berjualan di Ponti Festival.

Untuk memberikan pendidikan, pihaknya juga akan bekerjasama dengan lembaga pendidikan (universitas). "Kami akan mengadakan semacam simposium awal untuk mengupdate pengetahuan para pedagang," ungkapnya.

Diakui oleh Paul, para anggotanya berasal dari berbagai latarbelakang yang seringkali tak mengetahui teknik pemasaran. "Jadi, memang asal jualan. Ini yang akan menjadi fokus kami kedepan," katanya.

Tak hanya itu, organisasi yang berdiri sejak 2015 ini juga akan menyiapkan sentra UMKM baru di kota-kota lain. "Kami akan menyasar beberapa kota lain untuk membuat sentra serupa. Biar bagaimana pun, sentra seperti ini akan menguntungkan pedagang UKM sekaligus membantu mengangkat ekonomi daerah," jelasnya.

Tak hanya pada pemasaran, pihaknya juga akan membantu para pedagang dengan menyiapkan permodalan. Yakni, dengan menyiapkan koperasi.

"Kedepan, kami akan membentuk lembaga keuangan mandiri berbasis koperasi syariah. Biar bagaimana pun, para pedagang juga perlu bantuan permodalan," tegasnya.

Selain itu, Rakernas tersebut juga memutuskan struktur kepengurusan periode 2019-2023. Selain memilih Paul sebagai Ketua Dewan Pembina, juga memilih Junius Bram Buntaran sebagai Ketua Umum.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved