Berita Mojokerto

Jelang HUT Majapahit ke 726, Pusaka-pusaka Kerajaan di Pulau Jawa Dicuci di Mojokerto

10 pusaka dalam bentuk keris dan tombak milik kerajaan Pulau Kawa dicuci dengan siraman air kembang tujuh rupa dalam bejana emas melalui Tradisi Jamas

Jelang HUT Majapahit ke 726, Pusaka-pusaka Kerajaan di Pulau Jawa Dicuci di Mojokerto
SURYA/Febrianto Ramadani
Suasana Pencucian Pusaka yang dilakukan oleh Gus Imm di Dusun kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto,Sabtu (19/10/2019). 

SURYA.co.id | Mojokerto - Sebanyak 10 pusaka dalam bentuk keris dan tombak milik kerajaan Pulau Kawa dicuci dengan siraman air kembang tujuh rupa dalam bejana emas melalui Tradisi Jamasan, Dusun Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (19/10/2019).

Koordinator acara Kirab Pulau Jawa Ruwat Tundhung Kolo Mbasuh Sariro, Nanang Muni, mengatakan, pusaka tersebut dicuci agar tetap terjaga keawetannya meskipun terus digerus oleh zaman.

"Tradisi ini kami lakukan dalam rangka menjelang Hari Ulang Tahun Majapahit ke 726 yang akan jatuh pada Bulan November mendatang," ujarnya, Sabtu (19/10/2019)

Melalui acara ini, Nanang Muni mengajak masyarakat untuk tidak lupa budaya dan sejarah yang lahir di Bumi Mojopahit

"Budaya telah mempersatukan bangsa dengan baik. Sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang besar dengan kebhinekaannya yang masih kami jaga dan rawat," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Nanang, masyarakat juga harus bersikap dewasa untuk memegang nilai demokrasi dan menciptakan suasana yang kondusif menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden (20/10/2019) mendatang.

"Tuhan menciptakan kita untuk lahir di Indonesia bukanlah hal sembarangan. Melainkan ingin menjaga dan melestarikan sejarah serta budaya kita sampai ke generasi yang akan datang," pungkasnya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved