Kilas Balik

Jari Hendropriyono Nyaris Putus Saat Adu Pisau Komando Lawan Bayonet Musuh, Tak Mampu Pegang Pistol

Jari-jari Hendropriyono Nyaris Putus Saat Adu Pisau Komando Lawan Bayonet Musuh, Tak Mampu Pegang Pistol. Simak kisahnya

Jari Hendropriyono Nyaris Putus Saat Adu Pisau Komando Lawan Bayonet Musuh, Tak Mampu Pegang Pistol
Kolase Tribun Jambi dan McDonaldarms.com
Jari Hendropriyono Nyaris Putus Saat Adu Pisau Komando Lawan Bayonet Musuh 

SURYA.co.id - Jenderal TNI (Purn) Abdullah Mahmud Hendropriyono pernah berduel sengit melawan musuh hingga jari-jarinya nyaris putus

Hal ini terjadi saat Hendropriyono yang menggunakan pisau komando berduel melawan musuh yang bersenjatakan pisau bayonet

Dilansir dari buku berjudul 'Operasi Sandi Yudha, Menumpas Gerakan Klandestin' yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas tahun 2013, Hendropriyono saat itu berduel satu lawan satu melawan petinggi PGRS/Paraku yang bernama Ah San hingga berdarah-darah.

Sekadar informasi, PGRS dan Paraku merupakan pasukan bentukan TNI di masa konfrontasi Ganyang Malaysia (1963-1966) oleh intelijen Indonesia pada era Presiden Soekarno.

"Ini kami (TNI) melatih Tentara Nasional Kalimantan Utara dan PGRS di Surabaya, Bogor dan Bandung.

Akhirnya setelah pergantian pemerintah, Presiden Soeharto memutuskan berdamai dengan Malaysia dan gerilyawan tersebut diminta meletakkan senjata," kata Hendropriyono, sebagaimana dilansir dari buku Tionghoa Dalam Sejarah Kemiliteran, Sejak Nusantara Sampai Indonesia (2014) karya Iwan Santosa.

"Karena PGRS tidak menyerah, terpaksa kami sebagai guru harus menghadapi murid dengan bertempur di hutan rimba Kalimantan," ujar Hendropriyono.

Jenderal (purn) Hendropriyono Diisukan Sakit di Singapura, Katanya: Fitnah ke Jokowi Lebih Sadis
Jenderal (purn) Hendropriyono Diisukan Sakit di Singapura, Katanya: Fitnah ke Jokowi Lebih Sadis (tribunnews)

Mulai saat itulah Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) menugaskan Hendropriyono dan pasukannya untuk memburu PGRS dan Paraku

Duel berdarah berawal saat informasi tentang petinggi PGRS/Paraku bernama Ah San akhirnya bocor melalui istrinya yang berkhianat, Tee Siat Moy.

Siat Moy mau membantu Kopassandha dengan syarat Ah San tak dibunuh.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved