Berita Surabaya

Hantam Pikap Muat Seng, Pengendara Motor Asal SIdoarjo Tewas Seusai Lehernya Teriris Seng di Jagir

Seorang pengendara motor meregang nyawa setelah menghantam bodi belakang pikap di Jalan Jagir

Hantam Pikap Muat Seng, Pengendara Motor Asal SIdoarjo Tewas Seusai Lehernya Teriris Seng di Jagir
istimewa
Saat Petugas Satlantas Polrestabes Surabaya melakukan olah TKP di Jalan Jagir, Wonokromo, seusai peristiwa pengendara motor Sidoarjo hantam truk muat seng hingga luka di bagian leher. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Seorang pengendara motor meregang nyawa setelah menghantam bodi belakang pikap di Jalan Jagir, Wonokromo, Surabaya, minggu (20/10/2019). Korban bernama Tri Basuki (53) warga Taman, Sidoarjo.

Basuki langsung meregang nyawa di lokasi kejadian setelah mengalami luka gores pada bagian leher sedalam lima sentimeter. Luka gores itu diakibatkan karena leher korban mengenai muatan lapisan seng yang diikat di atas bak mobil pikap.

"Luka pada leher dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP)," kata Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya AKP M Faqih saat dihubungi awakmedia, minggu (20/10/2019).

Faqih menerangkan, insiden itu bermula saat kedua kendaraan melaju searah dari Jalan Jagir ke Jalan Panjang Jiwo.

Entah apa penyebabnya, mendadak mobil pikap Daihatsu pikap bernopol B-9205-KUT, yang dikemudikan Samsudin (47) warga Lumajang itu, melakukan manuver pengereman.

"Mobil itu mengerem mendadak, kami masih menggali keterangan soal penyebab mobil itu mengerem," terangnya.

Diduga manuver pengereman mobil pikap tersebut tidak disadari oleh Basuki yang melaju dibelakanh mobil pikap dengan menaiki Honda supra bernopol L-4240-KV.

Motor Basuki langsung menghantam bodi belakang mobil pikap tersebut, dan lehernya terkena area pinggir lapisan seng di atas bak mobil pikap.

"Sendirian dia, langsung kena lehernya itu, luka sekitar 5 cm ditenggorokan," terangnya.

Jenazah dievakuasi oleh Tim Linmas Pemkot Surabaya bersama Medis PMI Pemkot Surabaya ke Kamar Mayat RSU Dr Seotomo.

Saat ini, ungkap Faqih, sopir pikap masih menjalani pemeriksaan di Mako Laka Lantas Polrestabes Surabaya.

"Sopir masih kami periksa soal kejadian tersebut di kantor," ujarnya.

Menurut Faqih, mobil pikap tersebut bisa dikategorikan melanggar aturan batas pengisian muatan.

"Pelanggar dimensi muatan, terlalu panjang, pelanggaran bakal sanksi tilang, tapi tim saya masih kumpulkan data dulu," pungkasnya.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved