Berita Nganjuk

Cegah Informasi Hoaks, Bhayangkari Polres Nganjuk Gencar Sosialisasi Anggota Hindari Info Negatif

Ibu-ibu anggota Bhayangkari Polres Nganjuk terus diberikan sosialisasi dan pemahaman untuk tidak mudah terprovokasi adanya berita hoaks.

Cegah Informasi Hoaks, Bhayangkari Polres Nganjuk Gencar Sosialisasi Anggota Hindari Info Negatif
surya.co.id/ahmad amru muiz
Kapolres Nganjuk, AKBP Handono Subiakto saat bersama anggota Bhayangkari Polres Nganjuk dalam pertemuan rutin dan sosialisasi informasi hoaks. 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Ibu-ibu anggota Bhayangkari Polres Nganjuk terus diberikan sosialisasi dan pemahaman untuk tidak mudah terprovokasi adanya berita hoaks. Termasuk faham-faham radikalisme yang saat ini terus beredar di media sosial (Medsos).

Kapolres Nganjuk, AKBP Handono Subiakto mengatakan, pihaknya juga mengharapkan sebagai keluarga besar Polri untuk tetap berkontribusi terhadap kesatuan. Sekecil apapun informasi yang didapat agar disampaikan atau dilaporkan, apalagi informasi tersebut cenderung menyudutkan institusi Polri agar tidak tersebar dan merambat kemana-mana.

"Jadi kami mengharap agar jangan memposting di media sosial yang akan membawa dampak negatif pada instiusi. Silahkan dipikir dan dikaji dahulu informasi itu sebelum di share ke orang lain. Baik melalui Facebook, Whatsapp, tweeter dan youtube," kata Handono subiakto, kemarin.

Dikatakan Handono, dengan adanya kepedulian dan kewaspadaan dan bijak dalam bermedia sosial maka akan terhindar dari permasalahan sebagai dampak yang terjadi. Dan itu itu sebagai risiko dari tindakan bermedia sosial yang negatif.

"Kami percaya, keluarga besar Polri pasti mengetahui akan hal-hal negatif dalam bermedia sosial. Dan perlu diingat, sekarang ini jarimau adalah harimau," ucap Handono Subiakto.

Memang, diakui Handono, sekarang ini banjir informasi di media sosial tidak bisa dibendung begitu saja. Kecuali oleh diri masing-masing orang yang memegang alat komunikasi dan bermain di media sosial. Ini dikarenakan setiap orang bisa menulis informasi apapun dan menyebarkan informasi tersebut yang kemungkinan tanpa mengetahui kebenaran dari informasi itu.

oleh karena itu, tambah Handono, jajaran Polres Nganjuk beserta keluarganya atau ibu-ibu anggota Bhayangkari harus memahami akan bahaya dari informasi hoaks di media sosial. Sedikit membuat kesalahan menyebar informasi hoaks yang belum tentu kebenaranya bisa berisiko hukum atau lainya.

"Maka dari itu, sosialisasi akan bahaya informasi hoaks kepada keluarga Polres Nganjuk senantiasa terus dilakukan. Hal itu untuk mencegah tindakan salah dalam menyikapi informasi hoaks yang diterimanya," tutur Handono.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved