Berita Surabaya

Terungkap, Bangkit Sempat Berontak dan Hendak Kabur saat Dibawa Penculiknya di Dalam Mobil

Di sana korban sempat berontak dan melawan sampai memberanikan diri membuka pintu mobil dan berusaha kabur.

Terungkap, Bangkit Sempat Berontak dan Hendak Kabur saat Dibawa Penculiknya di Dalam Mobil
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Korban Bangkit semasa hidupnya (kiri) dan mantan kekasihnya yang ikut membunuhnya (kanan). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bangkit Mankutu Duriat (32) warga Sumenep yang ditemukan tak bernyawa di sungai Watu Ondo, di bawah Jembatan Cangar I, Dusun Jurang Kuali, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Rabu (16/10/2019) lalu bisa saja selamat, andai ia berhasil melarikan diri usai mencoba berontak saat diculik.

Bangkit dikabarkan diculik lima orang pria menggunakan sebuah mobil Ertiga Silver bernopol W 1805 VB, Senin (14/10/2019) siang di kantor UMC jalan Ahmad Yani Surabaya.

Ia pun lalu dipaksa menuju lokasi eksekusi yang sudah ditentukan oleh kelima pelaku yakni, Bambang Irawan (27) warga Magersari Malang, Kresna Bayu (22) warga Nyamplungan Surabaya, M Rizal Firmansyah (19) dan dua rekan lainnya yakni MIR dan ARP.

"Di dalam mobil itu korban dihajar berkali-kali, bahkan tersangka utama yakni BM itu menyetir mobil sambil memukul ke arah belakang tempat korban diapit dua rekan BM lainnya," beber Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Sabtu (19/10/2019).

Dari A Yani, para tersangka membawa korban melewati wilayah Ketintang Surabaya.

Di sana korban sempat berontak dan melawan sampai memberanikan diri membuka pintu mobil dan berusaha kabur.

"Saat mau lompat, itu dipegangi oleh para tersangka, dan diteriaki maling. Lalu berhasil dipaksa masuk kembali ke mobil. Dari situ tersangka semakin naik pitam dan kembali menghajar korban lalu mengikat tangannya ke belakang," lanjutnya.

Karena korban berontak, mobil yang dikemudikan Bambang sempat menabrak mobil lain.

Para tersangka dan korban ini pun sempat kembali ke UMC untuk mengurus mobil yang tertabrak tersebut.

Setelah beres, mereka kemudian langsung menuju jembatan Cangar I, Batu untuk mengeksekusi korban.

Di sana korban disiksa, sebelum akhirnya dibuang dari atas jembatan setinggi sekitar 50 meter dari sungai dibawahnya.

"Ada luka di dahinya karena dibenturkan dulu di besi penyangga jembatan sebelum akhirnya dilempar dengan kondisi tangan terikat di belakang," tandas Sudamiran.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved