Respon Sarah Azhari, Laporan Medina Zein & Irwansyah diposting di Instagram, bicara soal Musyawarah

Medina merasakan dirugikan karena sebagai investor perusahaan kuliner Bandung Makuta banyak menemukan aliran dana gelap.

Respon Sarah Azhari, Laporan Medina Zein & Irwansyah diposting di Instagram, bicara soal Musyawarah
Instagram
Kolase Medina Zein dan Irwansyah 

SURYA.co.id - Sarah Azhari komentari perseteruan adik iparnya, Medina Zein dan Irwansyah, terkait Bandung Makuta.

Belakangan diketahui Medina Zein, melaporkan Irwansyah ke Polretabes Bandung karena kasus penggelapan pada Jumat (18/10/2019).

Kuasa hukum Medina sekaligus suami Medina Zein, Lukman Azhari, mengatakan laporan itu ditujukan terhadap Irwansyah sebagai Komisaris PT Bandung Berkah Bersama dan Fitra Olid sebagai PT Bandung Berkah Bersama.

Dalam posisi ini, kata Lukman, pelapor Medina Zein adalah Dewan Komisaris PT Bandung Berkah Bersama.

Medina Zein dalam jumpa pers terkait pelaporannya terhadap artis Irwansyah terkait kasus penggelapan di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Jumat sore (18/10/2019).
Medina Zein dalam jumpa pers terkait pelaporannya terhadap artis Irwansyah terkait kasus penggelapan di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Jumat sore (18/10/2019). (Kompas.com/Tri Susanto Setiawan)

Lukman berujar, Medina merasakan dirugikan karena sebagai investor perusahaan kuliner Bandung Makuta dari PT tersebut banyak menemukan aliran dana gelap.

"Setelah melakukan crosscheck pakai rekening koran tahun 2017, 2018 dan 2019 ditemukan aliran dana ke rekening pribadi yang tidak ada hubungan dengan perusahaan," kata Lukman Azhari dalam jumpa pers di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Jumat sore.

Lukman mengatakan, aliran dana ke rekening pribadi itu tidak diketahui Medina Zein.

"Di mana ditaksir aliran dana temuan awal ini Rp 1,950.000.000 hampir Rp 2 miliar yang diduga mengalir ke rekening Irwansyah dan perusahaan J-Corps (Jannah Corps) yang milik Irwansyah," sambung dia.

Lukman berujar, kliennya melaporkan Irwansyah dan Fitra dengan Pasal 374 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan.

Sementara Medina Zein berujar, ia tidak menyangka partner bisnisnya melakukan hal tersebut tanpa sepengetahuannya.

Halaman
123
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved